Gubernur KDM Wajibkan Bank BJB Cetak Laba Bersih 2026 Rp2,2 Triliun, Tantangan Untuk Plt Dirut

by
Pelayanan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB). FOTO: BJB.

BERITABUANA.CO, BANDUNG – Target tinggi untuk jajaran Bank BJB. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewajibkan manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) mencetak laba bersih sebesar Rp2,2 triliun pada tahun 2026 ini. Terkhusus bagi Pelaksana tugas Direktur Utama BJB Ayi Subarna, capaian itu akan menjadi tolok ukur utama untuk dikukuhkan sebagai pejabat definitif Dirut BJB.

Dalam keterangannya seperti dikutip Senin (26/1/2026), Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan target tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi. Pokoknya, angka keuntungan harus mencapai Rp2,2 triliun, jika ingin menjadi dirut.

Di balik penerapan target ambisius itu, Kang Dedi Mulyadi bertekad mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jabar. Dengan laba sebesar itu, ia mengatakan BJB diproyeksikan mampu menyetorkan dividen ke kas Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Rp400 miliar.

Untuk memuluskan pencapaian target tersebut, Dedi Mulyadi yang dijuluki gubernur konten, berjanji bakal menggunakan pengaruhnya. Mantan Bupati Purwakarta itu, akan membuka akses langsung ke ekosistem investasi Jawa Barat yang pada tahun 2025 mencapai Rp298,6 triliun, dengan proyek infrastruktur 2026 bernilai lebih dari Rp7 triliun.

Dalam rancangannya, Dedi menyodorkan skema bisnis konkret dengan memanfaatkan masuknya investor asing. Ia memaparkan ada pengusaha dari China ingin membuka pabrik di Jabar. Ada 3.000 pekerja terampil, yang diharuskan menabung di BJB.

Untuk itu, jajaran manajemen BJB juga harus berbenah. Terutama, divisi IT BJB harus berbenah total. KDM mengingatkan jangan sampai transaksi elektronik lemot, ATM mengalami gangguan, hanya karena kelemahan sistem IT.

Bagi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman target sebesar itu bagi BJB, masuk akal. Untuk mencapai setoran dividen Rp400 miliar, bank pelat merah tersebut harus mencatatkan laba bersih di atas Rp2,2 triliun.

Seperti Gubernur KDM, Darwisman optimistis target itu bisa dikejar, mengingat rekam jejak bank BJB yang pada 2023 membukukan laba Rp1,8 triliun. Jika kredit dapat tumbuh hingga 12 persen, dan mampu melakukan efisiensi hingga Rp1,4 triliun, maka laba BJB diprediksi dapat mencapai Rp2,58 triliun.

Bos OJK Jabar ini juga menekankan pentingnya efisiensi dan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan (fraud).

Menanggapi tantangan tersebut, Plt Dirut BJB Ayi Subarna, mengatakan kesiapannya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian. Dia melaporkan posisi kinerja perseroan hingga 31 Desember 2025 telah mencatatkan laba bersih Rp1,09 triliun dengan total aset mencapai Rp181 triliun.

Itu berarti Ayi Subarna bakal segera menjadi bos BJB secara definitif. (Osc).