BERITABUANA.CO, JAKARTA – Islamic Economics Forum Institut Agama Islam SEBI menggelar Islamic Economic Days XI dengan mengusung tema “Islamic Economic and Green Economy: A Pathway to Sustainable Development”, pada 13 April 2026, kemarin.
Kegiatan yang digelar di Aula Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran generasi muda. Terutama, terkait pentingnya integrasi ekonomi syariah dan ekonomi hijau dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah narasumber kompeten di bidang ekonomi syariah dan keuangan berkelanjutan dihadirkan dalam forum tersebut. Salah satunya, Gatot Subroto, SE., MM., atau yang dikenal sebagai Coach Gatsu. Ia memaparkan konsep dan prinsip ekonomi Islam dalam mendukung green economy.
Dalam pemaparannya, Coach Gatsu menekankan, ekonomi Islam tidak semata berorientasi pada keuntungan. Tetapi juga, sambungnya, menjunjung tinggi nilai keadilan, keseimbangan, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Ekonomi Islam memiliki fondasi nilai yang kuat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Coach Gatsu dalam pemaparannya, di muat Jumat (17/4/2026).
Selain itu, Kays Abdul Fattah, RFA, RIFA, CIS menjelaskan peran keuangan syariah dalam pembiayaan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai, berbagai instrumen keuangan syariah memiliki potensi besar dalam mendukung proyek-proyek ramah lingkungan.
Sementara itu, Dr. Hendro Wibowo, M.M., CFP menyoroti pentingnya integrasi Islamic social finance dengan konsep green economy. Ia menyebutkan, instrumen sosial seperti zakat dan wakaf dapat menjadi solusi dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
Dalam konteks tersebut, ekonomi hijau hadir sebagai pendekatan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, sementara ekonomi Islam menawarkan sistem berbasis nilai keadilan, etika, dan keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan sistem ekonomi yang tidak hanya efisien, tetapi juga beretika dan berkelanjutan.
Diharapkan, forum ini juga menjadi momentum untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam menciptakan inovasi berbasis syariah guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Islamic Economic Days XI, diharapkan lahir gagasan baru serta kolaborasi nyata yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di masa depan,” pungkasnya melihat antusiasme peserta terhadap isu ekonomi syariah dan lingkungan. (Jal)







