BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) membagikan kabar gembira. Ayedh Dejem Group, raksasa konstruksi dan properti asal Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) menandatangani kerja sama untuk membangun kawasan terpadu (mixed-use) senilai Rp4 triliun di IKN. Bisa dibilang pasar global telah melihat bahwa IKN memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama di mata investor Timur Tengah.
Dengan nilai investasi sebesar itu, Ayedh Dejem Group, yang dikenal sangat selektif dan berorientasi pada proyek skala masif, bakal fokus pada pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A.
Asal tahu saja. Lokasi KIPP sangat premium, berada tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika, salah satu tengaran sentral di IKN. Rencananya, Ayedh Dejem Group bakal menyulap lahan tersebut menjadi ekosistem perkotaan modern yang mencakup kompleks perkantoran Grade A, pusat perbelanjaan (shopping mall) kelas dunia, area komersial premium, dan fasilitas ibadah (masjid).
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (26/1/2026), Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, mengungkapkan, keputusan ini didasari oleh optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang terus menguat. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kata dia, sangat signifikan.
“Insyaallah ekonomi di IKN akan tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Syeikh Ayedh Dejem saat acara penandatanganan, Jumat (23/1/2026).
Bos Ayedh Dejem itu menekankan strategisnya sinergi antara dua kekuatan ekonomi besar. Bukan apa-apa. Posisi Dubai sebagai pusat finansial global dan Indonesia yang berada dalam jajaran 20 ekonomi terbesar dunia (G20), proyek ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang strategis.
Sementara itu, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN), Sudiro Roi Santoso, menjelaskan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari proses paernjang yang dimulai sejak penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada Mei 2025. Ia menyebutkan, proses akan diawali dengan pendetilan perencanaan, perizinan, hingga lelang kontraktor yang memakan waktu maksimal satu setengah tahun.
Sesuai peta jalan yang ada, konstruksi fisik dijadwalkan mulai pada pertengahan 2027 dan akan berlangsung secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan.
Demikianlah kabar baik yang disampaikan Otorita IKN. Semoga semua berjalan lancar, dan kawasan IKN Nusantara terus bertumbuh, dan menjadi kawasan ekonomi yang diperhitungkan di Tanah Air. (Osc).







