BERITABUANA.CO, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan mengumumkan susunan direksi baru Bursa Efek Indonesia pada 22 Juni 2026, setelah proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para kandidat resmi dimulai pekan ini. Tahapan tersebut menjadi penentu arah kepemimpinan bursa di tengah tantangan pasar keuangan global yang masih bergejolak.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan, Hasan Fawzi mengatakan proses fit and proper test akan berlangsung selama tujuh hari kerja dan dilakukan secara bertahap untuk seluruh posisi direksi.
Pelaksanaan awal telah dimulai pada awal pekan ini dengan agenda penilaian terhadap empat calon Direktur Utama BEI.
“Untuk posisi calon direktur utama, ada empat calon yang sudah mengalami proses PKK. Kemudian berikutnya dilakukan sesuai urutan untuk posisi lainnya,” kata Hasan di Gedung BEI, Jumat (15/5/2026).
Menurut Hasan, proses seleksi dilakukan oleh komite pemilihan yang dibentuk melalui keputusan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Komite tersebut dipimpin pejabat setingkat deputi komisioner dan beranggotakan pejabat setingkat kepala departemen hingga direktur.
Dalam proses pemilihan kali ini, terdapat empat paket pencalonan direksi BEI. Namun, OJK menegaskan penilaian dilakukan berdasarkan masing-masing posisi jabatan, sehingga kandidat terpilih tidak harus berasal dari satu paket pencalonan yang sama.
Setelah seluruh tahapan penilaian rampung, OJK akan menetapkan kandidat terbaik untuk mengisi kursi direksi BEI periode berikutnya. Hasil seleksi itu nantinya akan disampaikan kepada pemegang saham dan publik paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Sampai satu minggu sebelum pelaksanaan RUPS, kami akan menyampaikan hasil proses pemilihan dari OJK ini ke pemegang saham dan publik,” ujar Hasan.
Selanjutnya, hasil tersebut akan diteruskan oleh direksi BEI kepada para pemegang saham dan diumumkan melalui situs resmi bursa.
OJK berharap proses seleksi mampu menghasilkan jajaran direksi yang memiliki kapasitas kuat dalam menghadapi dinamika pasar modal nasional maupun global, termasuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Harapan kami sama, di tengah situasi yang tidak mudah ini, kita ingin memastikan calon-calon yang diajukan memahami betul tantangan dan tanggung jawab besar yang harus mereka lakukan,” kata Hasan. (Red)







