Tanggapi Rilis Indeks Global MSCI, OJK Ungkap Masih Banyak Saham RI Layak Masuk

by
Lambang OJK. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan masih banyak saham Indonesia yang berpotensi masuk indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sayangnya, sejumlah saham tersebut masih tertahan akibat kebijakan pembekuan (freeze) penambahan saham Indonesia ke kelompok indeks tertentu.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Hasan Fawzi sebetulnya tidak semua saham Indonesia keluar karena kinerjanya turun, tapi justru karena naik. Pasalnya, untuk sementara waktu kebijakan MSCI sedang ada freeze atau pembekuan, sehingga saham-saham itu tertunda masuk.

Jadi, masih banyak saham Indonesia yang berpotensi masuk ke indeks global MSCI. Namun, sejumlah saham tersebut masih tertahan akibat kebijakan pembekuan (freeze) penambahan saham Indonesia ke kelompok indeks tertentu.

“Masih banyak saham asal Indonesia yang berpeluang masuk ke MSCI Small Cap Index maupun MSCI Global Standard Index pada periode mendatang,” katanya.

OJK bersama self-regulatory organization (SRO) lainnya akan terus mendorong kesiapan emiten-emiten potensial agar bisa memanfaatkan momentum pada siklus peninjauan MSCI berikutnya.

Lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil tinjauan indeks pasar Indonesia dalam MSCI May 2026 Index Review. Dalam hasil tinjauan tersebut, enam saham Indonesia resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Di antaranya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Kemudian, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Sementara itu, pada MSCI Small Cap Index, MSCI memasukkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam indeks small cap atau MSCI Global Small Cap Index.

Di sisi lain, MSCI menghapus sejumlah saham dari MSCI Global Small Cap Index. Saham-saham tersebut yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Lainnya, PT Bumi Serpong Damai Tdebk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Berikutnya lagi, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). (OSC).