BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan, meminta pemerintah untuk membongkar jaringan mafia pupuk subsidi secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi maraknya penyelewengan yang dinilai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman nyata bagi nasib petani kecil dan stabilitas pangan.
Pemerintah mencabut 2.231 izin distributor yang terindikasi mafia, sementara kepolisian aktif menyita pupuk ilegal, seperti kasus di Jawa Tengah dengan kerugian negara mencapai Rp4,3 miliar.
Menurutnya, tindakan tegas tersebut patut diapresiasi sebagai upaya pembenahan tata kelola pupuk nasional. Namun, ia juga meminta pemerintah untuk berani mengusut aktor-aktor besar yang selama ini diduga bermain dalam rantai distribusi pupuk subsidi.
“Jangan sampai yang dikorbankan hanya pengecer kecil di lapangan, sementara aktor besar yang mengendalikan distribusi dan permainan harga justru tidak tersentuh. Mafia pupuk harus dibongkar sampai ke akar,” kata Johan, dalam keterangan persnya, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai penyimpangan distribusi pupuk tidak hanya bisa dipandang pelanggaran administratif, tetapi sudah masuk kategori ancaman terhadap ketahanan pangan nasional. Pasalnya, pupuk subsidi merupakan instrumen strategis negara untuk menjaga produktivitas pertanian dan melindungi petani kecil.
“Kalau pupuk langka, mahal, atau tidak tepat sasaran, yang paling menderita adalah petani kecil. Dampaknya bisa menurunkan produksi, memperbesar biaya tanam, dan pada akhirnya mengganggu stabilitas pangan nasional,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Johan mendesak audit total tata niaga, pemeriksaan keterlibatan oknum, dan percepatan digitalisasi distribusi, data penerima, hingga pola pengawasan di daerah. Mengingat, digitalisasi distribusi pupuk harus dipercepat agar rantai pengawasan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Ia pun meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kemungkinan adanya keterlibatan oknum-oknum tertentu yang selama ini mengambil keuntungan dari distribusi pupuk subsidi. Karena Negara tidak boleh kalah oleh mafia yang mencari keuntungan di atas penderitaan petani. (jim)







