BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela Wiradinata mendesak PT Bank Tabungan Negara (BTN) bertransformasi dari penyedia kredit subsidi semata, menjadi mitra strategis Program 3 Juta Rumah Pemerintah. Hal untuk mengatasi backlog hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ida dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1/2026), menyoroti peran krusial pemerintah dan perbankan dalam dorong kinerja sektor perumahan nasional. Program 3 Juta Rumah, katanya, seharusnya jawab kebutuhan hunian MBR, tapi terhambat keterbatasan lahan, kualitas bangunan, dan akses pembiayaan.
“Pemerintah punya program 3 juta rumah untuk atasi backlog perumahan nasional, terutama MBR. Tapi praktiknya masih banyak persoalan,” ujar Ida.
Ida juga meminta BTN menjelaskan penyerapan program tersebut sejauh ini. BTN, sebagai bank spesialis perumahan, diminta keluar dari peran sempit penyalur kredit subsidi.
Politikus PDI Perjuangan itu juga mengkritik BTN yang masih pakai standar perbankan lama untuk MBR yang mayoritas tidak bankable secara konvensional.
“Sebagian besar MBR tidak bankable konvensional, tapi BTN masih memaksakan standar lama. Ini harus diubah,” tegasnya.
Ia usul skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tak lagi berbasis slip gaji saja, tapi pertimbangkan arus kas pekerja informal dan buruh harian.
Kemudian, Ida mengingatkan bahwa fokus BTN pada rumah tapak kurang tepat di kota besar yang lahan terbatas. Ia sarankan desain KPR khusus MBR dengan tenor panjang dan fleksibel.
“BTN jangan hanya tunggu subsidi APBN. Ketergantungan subsidi bikin bank pasif dan bebankan fiskal negara,” katanya.
Solusinya, BTN kembangkan housing bond khusus pembiayaan rumah rakyat, plus prinsip subsidiaritas agar program tak sekadar kejar target, tapi penuhi kebutuhan riil masyarakat. Kebijakan ini, tak hanya penuhi hunian tapi kontribusi pada ketahanan ekonomi nasional melalui pembiayaan inklusif dan berkelanjutan. (Asim)







