Selat Hormuz Masih Berbahaya, Kapal Singapura Disikat Drone

by
Kapal ditembak di selat Hormuz. (Ilustrasi/Foto: CNN Indonesia)

BERITABUANA.CO, LONDON – Selat Hormuz masih menyeramkan. Tidak ada satu negara yang bisa menjamin Selat Hormuz aman. Terbukti, kapal kontainer berbendera Singapura diserang pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat.

Penyerangan itu memaksa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menangguhkan upaya evakuasi para pelaut atau awak dari kapal-kapal yang terjebak di jalur perairan strategis tersebut selama perang Timur Tengah berkecamuk.

Media-media terkemuka Amerika Serikat (AS), termasuk New York Times (NYT), seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (26/6/2026), melaporkan bahwa Iran telah menyerang sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz.

Namun atas tuduhan tersebut, Teheran belum mengklaim serangan itu, namun badan Iran yang mengatur lalu lintas di jalur perairan itu merilis peringatan setelah insiden tersebut terjadi.

Empat sumber yang dikutip Reuters mengidentifikasi kapal yang diserang itu sebagai kapal bernama Ever Lovely, yang berbendera Singapura. Sumber keamanan menyebut kapal itu kemungkinan menjadi target serangan drone.

“Setiap perlintasan melalui rute di luar kerangka kerja yang ditetapkan oleh PGSA tidak akan tercakup dalam jaminan perlintasan yang aman,” demikian pernyataan Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), badan Iran yang mengatur perlintasan di Selat Hormuz, via media sosial X.

Iran pernah memberlakukan blokade di Selat Hormuz selama masa perang, yang memicu guncangan ekonomi global, dan sejak saat itu telah menyatakan rencananya untuk memberlakukan pungutan biaya layanan terhadap kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.

Pada Kamis (25/6/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan agar tidak ada kapal yang melintasi Selat Hormuz tanpa izin. IRGC juga menegaskan bahwa kapal-kapal yang tidak mematuhi aturan tersebut, akan ditindak.

Sementara Badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan bahwa kapten kapal yang diserang itu menyebut adanya kerusakan pada bagian anjungan kapal, namun tidak ada korban jiwa. UKMTO menyebut bahwa insiden itu terjadi di perairan yang berjarak hanya 14 kilometer dari lepas pantai Oman.

Imbas insiden itu, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengumumkan penangguhan evakuasi sekitar 11.000 pelaut yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz selama perang. (Kds)