Respon Golkar Terhadap Pernyataan PDIP

by
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia. (Foto: Asim)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menjelaskan posisi partainya tak pernah menjadi oposisi lantaran konsisten untuk mendukung pembangunan. Hal ini diungkapkannya menjawab pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, yang mengatakan politik bukan hanya mencari enaknya.

“Masing-masing partai politik memiliki ideologi, nilai, doktrin, konsep, dan cara di dalam menjalankan perannya. Golkar adalah partai politik berideologikan Pancasila, yang mengembangkan paradigma developmentalism, melalui doktrin karya kekaryaan,” kata Doli kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Lanjut Doli, bahwa Golkar selalu merekakonsisten sebagai partai politik mengusung konsep pembangunan. Ia mengakui Golkar tak pernah mengenal oposisi.

“Jadi, sejak berdiri, mulai dari Sekber, kemudian bertransformasi menjadi Partai Golkar, hingga sekarang, Golkar konsisten sebagai partai politik yang ber-‘genre’ pembangunan, yang ‘click’ atau compatible dengan lingkungan atau ekosistem pemerintahan,” ujar Doli.

“Itulah karakteristik Partai Golkar yang tentu berbeda dengan karakteristik partai politik lain. Jadi Golkar memang tidak pernah mengenal posisi oposisi. Apalagi Indonesia memang sistem pemerintahannya adalah presidensial, yang juga tidak pernah mengenal oposisi,” tambahnya.

Ia mengatakan sejak awal partai Golkar mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pihaknya berkomitmen memperjuangkan program prioritas pemerintah.

“Dan di periode pemerintahan ini, positioning Golkar sejak awal tegas sebagai partai politik pengusung Prabowo-Gibran, yang visi-misi serta programnya linier dan relevan dengan karakteristik dan nilai perjuangan Partai Golkar. Makanya kami secara sungguh-sungguh bekerja keras membantu dan memperjuangkan semua yang menjadi target-target kemajuan pemerintah saat ini,” ungkapnya.

Kendati demikian, Doli mengatakan Golkar menghormati posisi partai lain yang berada di luar pemerintahan. Ia mengatakan posisi tersebut sama mulianya.

“Kami juga menghargai dan menghormati partai politik yang mengambil posisi berada di luar pemerintahan saat ini. Untuk maju, Indonesia membutuhkan peran partai-partai politik, baik yang berada di dalam pemerintahan, maupun yang berada di luar pemerintahan. Dan itu sama mulianya,” ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira enggan berkomentar terkait pernyataan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia yang mengaku tidak terbiasa di oposisi. Namun, Andreas mengatakan prinsip berpolitik PDIP bukan untuk mencari enaknya.

“Nggak tahu saya. Itu urusan Golkar. Kalau PDI Perjuangan, berpolitik bukan untuk cari enak,” kata Andreas saat dihubungi, Senin (3/8/2026).

Andreas mengatakan posisi oposisi dan di dalam pemerintahan sebetulnya sama-sama baik. Dia menyebut di luar pemerintah juga bisa bermanfaat untuk rakyat.

“Dua-duanya bisa baik, tergantung bagaimana mengimplementasikan gagasan menjadi program-program untuk kepentingan rakyat. Di luar pemerintahan pun akan sangat bermanfaat sebagai penyeimbang terhadap kekuasaan,” ucap Andreas.

Dia juga mengatakan kekuasaan cenderung korup. Selain itu, menurutnya, posisi partai di dalam pemerintahan tapi membohongi rakyat sama saja dengan mencelakakan negara.

“Karena kekuasaan itu cenderung korup, power tends to corrupt. Kalau di dalam tapi hanya menikmati, atau malah korupsi, membohongi rakyat, ya, malah mencelakakan negara,” ujarnya. (Kds)