BERITABUANA.CO, JAKARTA – Program Studi (Prodi) Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Cyber University (Universitas Siber Indonesia) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri digital. Melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan program Company Learning Program (CLP) 3+1, prodi ini membekali mahasiswa dengan kompetensi teknologi sekaligus pengalaman kerja nyata di perusahaan mitra.
Sejalan dengan identitas Cyber University sebagai Shaping Digital Future Leader, Prodi STI mengembangkan sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tapi juga keterampilan praktis dan sikap profesional.
Pendekatan tersebut disusun agar lulusan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah.
Ketua Prodi Sistem dan Teknologi Informasi Cyber University, Neneng Rachmalia Feta, mengatakan bahwa kurikulum yang diterapkan telah dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri.
Menurutnya, mahasiswa dipersiapkan agar memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja.
“Melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), Prodi Sistem dan Teknologi Informasi Cyber University dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tapi juga memiliki keterampilan praktis serta sikap profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Feta, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Dalam implementasinya, kurikulum di Prodi STI Cyber University mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu pembentukan sikap profesional dan etika kerja, penguasaan ilmu teknologi informasi, serta keterampilan praktis dan problem solving. Mahasiswa juga dibekali kemampuan analisis sistem, pengembangan aplikasi, pengolahan data, hingga pengelolaan infrastruktur teknologi.
Selain itu, pembelajaran turut mengakomodasi berbagai bidang teknologi yang saat ini banyak dibutuhkan industri. Di antaranya adalah Cyber Security, Big Data, Internet of Things (IoT), UI/UX Design, dan Software Development, sehingga lulusan diharapkan mampu mengikuti perkembangan ekosistem digital.
Salah satu program unggulan Prodi STI adalah penerapan Company Learning Program (CLP) 3+1. Melalui skema tersebut, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun magang penuh di perusahaan mitra sebagai bagian dari proses akademik.
Feta menjelaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja.
“Selain itu, juga ada Company Learning Program (CLP) 3+1. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja nyata, membangun portofolio profesional, serta memahami budaya kerja industri secara langsung. Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang berpeluang direkrut sebelum lulus,” katanya.
Di sisi lain, Prodi STI Cyber University juga memberikan perhatian khusus pada bidang keamanan siber. Mahasiswa dilatih untuk menganalisis ancaman siber, mengelola keamanan jaringan dan sistem informasi, serta merancang solusi perlindungan data sebagai bekal menghadapi tantangan transformasi digital.
Kompetensi tersebut membuka peluang karier di berbagai sektor, mulai dari perusahaan teknologi, perbankan, fintech, startup, hingga instansi pemerintah dan perusahaan multinasional. Lulusan Prodi STI memiliki prospek sebagai Cyber Security Analyst, Senior Programmer, Digital Computer Technologist, maupun IT Business Analyst. (Kds)






