BERITABUANA.CO, WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS), kembali mengeluarkan peringatan yang mengerikan dari ancaman-ancaman sebelumnya kepada negara-negara sekutunya dan Cina. AS meminta negara sekutunya dan China bergabung untuk membuat tekanan ekonomi baru terhadap Iran.
Washington menyatakan jika ada pihak-pihak yang memilih tidak mendukung kebijakan tersebut akan menghadapi konsekuensi. Demikian diungkapkan
Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Kamis (21/8/2026).
Bessent mengatakan pemerintahannya saat ini tengah menyiapkan langkah yang disebut sebagai isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar yang pernah ada dan akan dilakukan.
“Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia. Dan kami akan mendatangi mereka dan mengatakan: kalian harus memilih, bersama kami atau melawan kami,” kata Bessent kepada stasiun televisi CNBC.
Bessent sendiri tidak menjelaskan langkah yang akan diambil Washington secara rinci kepada China, bila melakukan penolakan ajakan tersebut.
Ia mengatakan sejumlah pembahasan lebih tepat dilakukan secara tertutup, namun tetap meminta Beijing berpartisipasi dalam kebijakan tersebut.
“Banyak pembicaraan sebaiknya dilakukan secara tertutup,” katanya, seraya menyerukan kepada Beijing untuk ikut serta dalam program ini.
Bessent juga meminta negara-negara lain mendukung langkah yang ditempuh Amerika Serikat. Menurutnya, negara-negara yang tidak bergabung harus bersiap menghadapi konsekuensi dari keputusan tersebut.
“Jadi, inilah saatnya bagi sekutu-sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan, dan kami akan menghancurkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang pada akhirnya akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan melalui para proxy mereka,” katanya.
Bessent pun menyatakan keyakinannya bahwa putaran sanksi berikutnya akan memberikan dampak yang lebih besar.
“Kami akan menghancurkan rezim ini,” kata dia.
Menurut Bessent, penerapan tekanan ekonomi yang lebih besar juga berkaitan dengan kemungkinan langkah militer Amerika Serikat terhadap Iran dalam waktu dekat.
“Jika kita menerapkan tekanan ekonomi maksimal, itu berarti kemungkinan besar tidak akan ada dimulainya kembali aksi militer berskala besar, tetapi saya ingin menekankan bahwa itu hanya untuk saat ini,” katanya.
Ia mengatakan akan menggelar konferensi pers pada Senin (24/08) untuk memaparkan rincian kampanye tekanan ekonomi baru yang sedang disiapkan pemerintah AS.
Reaksi China
Menanggapi pernyataan Bessent, juru bicara Kedutaan Besar Cina di Washington mengatakan tekanan dan sanksi bukan jalan keluar bagi persoalan Iran.
“Mengenai masalah Iran, sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan masalah. Cina menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara politik dan diplomatik,” katanya berdasarkan laporan Reuters.
Menurut data perusahaan analitik Kpler pada 2025, Cina membeli lebih dari 80% ekspor minyak Iran. Hubungan dagang itu menjadi perhatian Washington di tengah rencana peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran. (Kds)







