Perkuat Komitmen Stabilisasi Harga, TPID Kota Kupang – BI NTT Hadirkan Operasi Pasar

by
Kepala KPw BI NTT dan Asisten II Setda Kota Kupang saat kegiatan Operasi Pasar. (Foto: iir)

BERITABUANA.CO, KUPANG – Dalam rangka perkuat komitmen stabilisasi harga,
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, menyelenggarakan Operasi Pasar.

Kegiatan digelar di Kantor Perumda Pasar Kota Kupang, Kecamatan Oebobo, Selasa (28/7/2026).

Melalui penyediaan komoditas pangan strategis dengan harga yang mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Operasi Pasar diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau di tengah risiko gangguan produksi dan distribusi.

Sebanyak enam distributor berpartisipasi dengan menyediakan sekitar 2 ton beras, 120 liter minyak goreng, 50 kg bawang merah, 50 kg bawang putih, 50 kilogram cabai, 100 kg telur, serta 40 kg ikan segar.

Selain menyediakan komoditas pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini disertai dengan edukasi dan pengalaman bertransaksi menggunakan QRIS, melalui QRIS Experience, yang diikuti secara antusias oleh lebih dari 200 orang.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai transaksi digital, sekaligus memperluas akseptasi pembayaran nontunai di lingkungan pasar di Kota Kupang.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Muhammad Khairil menyampaikan, Operasi Pasar merupakan langkah konkret, untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok, sekaligus menjaga kecukupan pasokan di Kota Kupang.

“Operasi Pasar ini diharapkan dapat membantu masyarakat, memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau,” jelas Khairil.

Selain itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menegaskan bahwa Operasi Pasar menjadi salah satu instrumen penting, dalam menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Provinsi NTT pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,56 persen secara tahunan (yoy). Pada periode yang sama, inflasi Kota Kupang mencapai 4,02 persen (yoy) dan menjadi yang tertinggi di antara wilayah penghitungan inflasi di NTT,” ungkap Rio

Oleh karena itu, tambah Rio, stabilisasi harga di Kota Kupang menjadi langkah strategis, tidak hanya untuk melindungi daya beli masyarakat Kota Kupang, tetapi juga untuk mendukung pengendalian inflasi NTT secara keseluruhan.

Sedangkan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kupang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ignasius Repelita Lega menyampaikan komitmen Pemkot Kupang, untuk terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Lebih lanjut, pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, sehingga memberikan manfaat langsung, khususnya bagi masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan,” ujar Ignasius.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026 yang mengangkat tema Sinergi Peningkatan Produktivitas dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan di Tengah Tantangan Iklim dan Dinamika Pariwisata.

GPIPS Balinusra 2026 merupakan sinergi bersama seluruh stakeholder pusat-daerah dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui penguatan produktivitas komoditas pangan dan juga kelancaran distribusi untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1 persen. (iir)