BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat tata kelola perusahaan dan efektivitas proses bisnis melalui penerapan standar internasional.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penyerahan sertifikat Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) yang mencakup ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penyerahan sertifikat berlangsung di Jakarta, Kamis (13/8), setelah PT PHR berhasil mempertahankan ketiga sertifikasi tersebut melalui proses surveillance kedua. Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya PHR memastikan proses bisnis berjalan secara konsisten, memenuhi standar, serta terus mengalami perbaikan.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa penerapan ISO tidak semata-mata bertujuan untuk memperoleh sertifikat, melainkan menjadi instrumen penting untuk memastikan perbaikan tata kelola dan efektivitas proses bisnis di perusahaan.
“ISO bukan sekadar sertifikasi atau selembar kertas yang kita banggakan karena mendapatkan validasi. Yang terpenting, standar tersebut mampu mendorong perbaikan sehingga organisasi menjadi lebih lincah, adaptif, dan fleksibel,” ujar Arifin, Jumat (21/8/2026)
Menurut Arifin, upaya membangun perusahaan yang unggul perlu ditopang oleh sejumlah aspek utama, mulai dari kualitas sumber daya manusia, keandalan prosedur, penerapan teknologi dan inovasi, hingga pencapaian kinerja. Kepatuhan terhadap prosedur dan standar menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan seluruh proses berjalan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perusahaan yang unggul, lanjutnya, memiliki orang-orang terbaik dari sisi kompetensi maupun deployment-nya. Perusahaan unggul dari sisi prosedur, termasuk memastikan compliance.
Ia menambahkan, Zona Rokan merupakan salah satu wilayah operasi yang memiliki penerapan teknologi dan inovasi yang sangat lengkap dalam industri hulu migas.
Berbagai metode pengembangan lapangan, mulai dari primary recovery, secondary recovery, hingga tertiary recovery telah diterapkan. Ke depan, PHR juga terus mempersiapkan implementasi teknologi dan metode pengembangan untuk membuka potensi baru, termasuk melalui pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK).
“Rokan merupakan salah satu yang terbaik. Apa pun yang ada di dunia migas, hampir semuanya ada di Rokan. Kita memiliki primary, secondary, tertiary, dan ke depan MNK juga segera diimplementasikan. Ini menunjukkan bahwa teknologi dan inovasi menjadi bagian penting dari perjalanan kita untuk menjadi perusahaan yang unggul,” tutur Arifin.
Selain proses dan inovasi, Arifin menegaskan bahwa keunggulan perusahaan pada akhirnya harus tercermin dalam kinerja. Karena itu, PT PHR terus menjaga keseimbangan antara kualitas proses dengan hasil akhir, termasuk dari sisi produksi, health, safety, security, dan environment (HSSE), maupun kinerja keuangan.
Ke depan, PT PHR berkomitmen untuk terus memperkuat dan memperluas penerapan standar serta sistem manajemen perusahaan.
Selain mempertahankan sertifikasi yang telah dimiliki, PHR juga membuka peluang untuk memperluas cakupan sertifikasi, baik melalui penerapan standar baru maupun perluasan area sertifikasi di Regional 1 yang meliputi Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4.
Direktur Commercial PT SUCOFINDO, Agus Permadi, mengapresiasi keberhasilan PHR dalam mempertahankan ketiga sertfikasi ISO hingga surveillance kedua.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi PHR dalam menerapkan sistem manajemen sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan tata kelola perusahaan.
Penguatan sistem manajemen melaluistandar internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan sertifikasi, tetapi menjadi bagian dari budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan PHR.
Dengan demikian, standar mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja dapat semakin terintegrasi dalam proses bisnis untuk mendukung operasional yang unggul, aman, efisien, dan berkelanjutan. (Kds)





