Karhutla Kalimantan Beresiko Pengaruhi Ekonomi Masyarakat Setempat

by
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Jawa Pos.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa bencana kebakaran hutan di Kalimantan beresiko mempengaruhi kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat.

“Dampak perekonomian di wilayah tersebut ya, karena kegiatan ekonomi kan terganggu. Perlu ada penanggulangan terhadap Karhutla tersebut. Karhutla itu sendiri di picu oleh efek El Nino,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Jumat (21/8/2026).

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kemunculan titik-titik karhutla, salah satunya karena kondisi iklim yang begitu kering efek dari El Niño. Kondisi iklim kering ini lantas membuat lahan mudah dibakar dan menimbulkan banyak asap.

“Kondisi iklim kering menjadi kondisi, membuat lahan dibakar dan banyak asap,” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

Ardhasena juga menjelaskan hasil monitoring per Agustus 2026, El Nino masuk dalam intensitas yang sangat kuat.

“Hasil monitoring pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.457 (Juli: +0.242). Sementara itu, nilai SSTA di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2.77 (Juli: +2.20), yang menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat,” jelasnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) penanganan karhutla, baik tim darat maupun udara, terus berupaya memadamkan api di sejumlah provinsi terdampak.

“Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan bandara akibat karhutla tersebut,” ujar Berton.

Seperti diketahui, pulau Kalimantan dipenuhi tanda lingkaran merah di aplikasi Google Maps. Titik merah dengan keterangan severe fire (kebakaran parah) tersebut tampak tersebar di berbagai wilayah Kalimantan, paling padat di Kalimantan Selatan. (Kds)