Dipicu Kombinasi Sentimen Positif Domestik dan Global IHSG Menguat, Lihat Datanya

by
Bursa Efek Indonesia. FOTO: Bisnis.com.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dipicu oleh kombinasi sentimen positif dari tingkat global dan domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026) pagi bergerak menguat. Lihatlah, IHSG dibuka menguat 23,59 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.936,04. 

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,13 poin atau 0,10 persen ke posisi 590,04.

Dalam kajiannya di Jakarta, Jumat, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan, selama IHSG bertahan di atas area 5.900, peluang penguatan lanjutan masih terbuka menuju 5.987, kemudian 6.045-6.107. 

“Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 5.900, indeks berisiko menguji support di 5.839-5.805, sebelum menuju gap area di sekitar 5.744,” ujar Liza Camelia Suryanata.

Dari dalam negeri, BEI melaporkan jumlah emiten yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) berkurang menjadi 14 perusahaan. BEI menegaskan bahwa status HSC bukan merupakan sanksi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar, free float, dan likuiditas saham melalui evaluasi berkala bersama KSEI.

Menurut Liza, berkurangnya jumlah emiten dalam daftar HSC mencerminkan perbaikan struktur kepemilikan saham dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta efisiensi pasar modal Indonesia.

Pada sisi makroekonomi, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027, di tengah tren perlambatan ekonomi global dan kawasan.

Proyeksi itu mencerminkan keyakinan IMF terhadap ketahanan fundamental ekonomi Indonesia, terutama ditopang konsumsi domestik dan investasi.

Pada perdagangan Jumat, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,25 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,89 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,90 persen.

Di luar itu, Bursa AS Wall Street juga menguat pada Jumat, di antaranya indeks S&P 500 menguat 2,18 persen ke 7.543,55, indeks Nasdaq Composite melonjak 1,3 persen ke 26.206,89, dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,3 persen ke 52.487,44.

Jumat pagi, bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 2,24 persen ke 69.224,00, indeks Shanghai menguat 0,54 persen ke 4.058,97, indeks Hang Seng menguat 1,65 persen ke 7.264,76, sementara indeks Strait Times menguat 0,44 persen ke 5.457,92.

Dari mancanegara, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Praktis perdamaian Amerika – Iran hanya bertahan beberapa hari. Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sekitar 170 target di Iran, sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker minyak.

Namun demikian, harga minyak justru turun hampir 3 persen, setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi AS, dan menyatakan keinginan untuk mencapai kesepakatan. Perkembangan baru ini, sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.

Di sisi lain, sentimen pasar tetap positif dipicu oleh kembali menguatnya optimisme terhadap isu kecerdasan buatan (AI), setelah saham-saham semikonduktor rebound dari aksi ambil untung. Optimisme diperkuat oleh rencana Meta memproduksi chip AI sendiri, tingginya permintaan IPO SK Hynix di Amerika Serikat (AS), serta ekspansi investasi Micron yang mencerminkan prospek belanja AI masih kuat.

Liza melihat secara keseluruhan, kombinasi pasar tenaga kerja yang masih resilien dan pelemahan sektor perumahan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan pendekatan wait-and-see. Kondisi itu tetap menjadi sentimen positif bagi pasar ekuitas.

Satu hal, belum terdapat kebijakan moneter baru dari bank sentral AS The Fed. Fokus pasar masih tertuju pada dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga. (OSC).