BERITABUANA.CO, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (20/7/2026), bergerak menguat. Penguatan dipengaruhi langkah pelaku pasar menyambut musim rilis laporan keuangan emiten-emiten periode kuartal II-2026 dan semester I-2026.
Senin ini, IHSG dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.197,48. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,93 poin atau 0,47 persen ke posisi 624,84.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin, mengungkapkan, secara teknikal, diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6,225-6,280 pada pekan ini.
Pengaruh dari dalam negeri, secara historis selama 10 tahun terakhir, IHSG selalu mengalami penguatan pada bulan Juli, berkaitan dengan adanya musim rilis laporan keuangan periode kuartal II-2026 dan semester I-2026 dari emiten-emiten di pasar modal Indonesia.
Pada pekan ini, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan BI-Rate dan menantikan data pertumbuhan kredit pada Rabu (22/72026), serta data M2 Money Supply pada Kamis (23/7/2026).
Sentimen domestik yang mulai membaik ditandai dengan mulai terjadinya net buy (net beli) oleh investor asing selama dua hari berturut-turut pada pekan lalu.
Sayangnya, menurut Ratna Lim, meningkatnya harga minyak menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Pasalnya, berpengaruh terhadap prospek defisit APBN, inflasi, Rupiah, serta suku bunga.
Sedangkan dari mancanegara, perkembangan konflik antara Amerika Serikat dengan Iran berpotensi kembali menjadi fokus perhatian global. Terutama di tengah kenaikan harga minyak yang dapat berpengaruh terhadap prospek kenaikan suku bunga para bank sentral.
Sementara itu, sektor teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) akan diuji oleh dirilisnya laporan keuangan beberapa perusahaan hyperscaler, produsen chip dan operator infrastruktur, termasuk Alphabet, Intel, Tesla dan GE Vernova.
Dari kawasan Eropa, Europan Central Bank (ECB) akan memutuskan kebijakan moneternya, sedangkan dari Inggris akan dirilis data inflasi, tingkat pengangguran, serta penjualan ritel.
Seperti sudah dirilis, pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pekan kemarin, bursa Eropa bergerak variatif. Lihatlah. Euro Stoxx 50 melemah 0,84 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,27 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,34 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,47 persen.
Bursa Wall Street di AS kompak melemah pada Jumat (17/7), di antaranya Indeks S&P 500 melemah 1,01 persen ke level 7.457,69, indeks Nasdaq Composite melemah 1,40 persen ke 25.520,24, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,77 persen ke 52.146,42..
Untuk bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Shanghai menguat 0,47 persen ke 3.781,95, indeks Hang Seng menguat 1,90 persen ke 25.028,00, indeks Kospi melemah 3,49 persen ke 6.582,66, dan indeks Strait Times menguat 0,02 persen ke 5.510,08. (OSC).







