BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun per Mei 2026. Terjadi peningkatan sampai 54,37 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,19 triliun.
“Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BTN sebesar Rp7,13 triliun atau tumbuh 15,15 persen (yoy) dibandingkan Rp6,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Nixon mengungkapkan, perseroan mencatatkan peningkatan profitabilitas operasional yang kuat. Hingga Mei 2026, laba operasional konsolidasi mencapai Rp2,39 triliun atau meningkat 58,37 persen (yoy) dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp1,51 triliun.
Untuk pre-provision operating profit (PPOP) BTN Group mencapai Rp3,98 triliun atau tumbuh 20,07 persen (yoy) dibandingkan Rp3,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp403,06 triliun atau meningkat 9,97 persen (yoy) dibandingkan Mei 2025 sebesar Rp366,52 triliun.n
Bagusnya lagi, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tercatat sebesar Rp433,95 triliun atau tumbuh 9,09 persen (yoy) dibandingkan Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten serta penguatan sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia mendorong kinerja konsolidasi BTN tumbuh berkelanjutan sekaligus melampaui rata-rata industri perbankan nasional hingga Mei 2026.
Integrasi BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia menjadi katalisator utama dalam akselerasi transformasi Perseroan. Melalui Danantara, BTN mendapatkan akses pada penguatan sinergi lintas sektor yang lebih luas, efisiensi operasional melalui berbagi sumber daya (shared services), serta optimalisasi modal untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih masif.
Masuk akal kalau perseroan menyampaikan bahwa Danantara berperan penting dalam memberikan arahan strategis agar BTN mampu bertransformasi menjadi bank modern yang lebih lincah, dengan memperkuat struktur permodalan serta menyelaraskan kebijakan bisnis dengan agenda pembangunan nasional yang lebih terintegrasi.
Dengan sinergi yang ada, memastikan BTN memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menghadapi persaingan global serta kemampuan eksekusi yang lebih cepat dalam menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem perbankan.
BTN juga terus mempercepat transformasi bisnis melalui penyederhanaan proses bisnis, penguatan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi, percepatan digitalisasi layanan, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem Danantara Indonesia.
Semua langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan organisasi yang semakin produktif, adaptif, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Nixon mengungkapkan, pihaknya terus meningkatkan produktivitas, memperkuat efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi layanan, serta mengembangkan bisnis beyond mortgage. Sasarannya agar BTN mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat maupun seluruh pemangku kepentingan.
Transformasi BTN sebagai bank beyond mortgage menjadi langkah strategis perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat itu, dipastikanBTN tidak lagi hanya berfokus pada pembiayaan rumah. BTN terus memperluas peran sebagai bank yang mendampingi kebutuhan finansial masyarakat di setiap tahap kehidupan. Mmulai dari mewujudkan kepemilikan rumah, mendukung berbagai kebutuhan gaya hidup, hingga mempersiapkan masa pensiun.
Saat yang sama, perseroan juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi untuk mempermudah transaksi di seluruh rantai nilai bisnis perumahan beserta sektor-sektor yang terkait di dalamnya. (OSC).







