BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) membukukan laba bersih Rp611 miliar pada 2025. Terjadi peningkatan sebesar 17,63 persen (year on year/yoy) dari 2024, yang sebesar Rp519,43 miliar, atau melampaui target yang telah ditetapkan.
Penyaluran kredit bertumbuh, terutama pada segmen korporasi, dengan tingginya permintaan kredit modal kerja dan sindikasi.
Kepada pers, di Jakarta, Selasa (21/4/2026), Direktur Utama Hana Bank Yung Ryul Ko mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan strategi bisnis yang tepat dan pengelolaan risiko yang penuh kehati-hatian di tengah ketidakpastian global.
Memang, memasuki tahun 2026, perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum baik yang ada, dengan menyediakan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah di seluruh segmen. Selain itu, memperkuat pertumbuhan pada sektor-sektor strategis.
Data perusahaan mencatat bahwa dari sisi profitabilitas, pendapatan bunga bersih tumbuh 0,72 persen yoy dari Rp1,79 triliun pada 2024 menjadi Rp1,8 triliun pada 2025.
Kemudian, dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Hana Bank pada 2025 tumbuh 8,14 persen yoy menjadi Rp40,14 triliun. Pertumbuhan kredit ini terutama pada segmen korporasi, seiring dengan tingginya permintaan kredit modal kerja dan kredit sindikasi.
Dana pihak ketiga (DPK) Hana Bank juga meningkat 8,36 persen yoy menjadi Rp29,18 triliun, terutama berasal dari peningkatan giro dan deposito berjangka.
Satu hal, Perusahaan memastikan kualitas kredit tetap terjaga dengan baik. Itu tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) yang rendah. Pada 2025, NPL gross dan NPL net masing-masing sebesar 0,68 persen dan 0,24 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
NPL Hana Bank ini juga di bawah NPL gross dan NPL net perbankan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang masing-masing sebesar 2,05 persen dan 0,79 persen.
Dalam upaya menjawab kebutuhan nasabah, Hana Bank menghadirkan beragam inovasi sepanjang tahun 2025. Di antaranya, meluncurkan produk simpanan Goal Savings dan Flexi Deposit, serta menambah mitra wealth management untuk memperluas pilihan investasi nasabah.
Hana Bank juga terus meningkatkan pembiayaan kepada kegiatan usaha berkelanjutan. Jumlah pembiayaan berkelanjutan Hana Bank pada 2025 mencapai Rp5,19 triliun atau meningkat 12,27 persen yoy, yang berkontribusi 12,92 persen terhadap total kredit.
Kegiatan usaha berkelanjutan itu, antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, produk yang dapat mengurangi sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi, dan lain sebagainya. (Osc).






