Menko Airlangga Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

by
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto. (Foto: Instagram)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menerangkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan pihaknya juga sudah merencanakan program pemerintah ke depan.

Hal itu diungkapkan Airlangga, usai tampil sebagai Nara sumber utama di agenda Monthly Economic Diplomatic Breakfast, yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia,  di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jumat (10/7/2026).

Erlangga menjelaskan, dalam agenda ini sebanyak 67 negara sahabat dan 34 duta besar hadir. Agenda ini diadakan, juga memperkuat diplomasi ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Menurut Airlangga, selain memperkuat diplomasi ekonomi dengan negara sahabat, agenda ini juga menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat dan juga sudah merencanakan program pemerintah ke depan.

“Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi terutama terkait dengan supply chain dan arahan Pak Presiden kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi,” terang Airlangga.

Adapun rencana program tersebut yakni mulai dari program peningkatan kapasitas listrik untuk mendukung hilirisasi industri baterai.

“Bapak Presiden mendorong dimulainya program 100 gigawatt berbasis solar, untuk hilirisasi ekosistem baterai, baik untuk baterai kendaraan listrik maupun baterai storage system,” terang Airlangga.

Berikutnya untuk mendukung pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pemerintah telah bekerja sama dengan Singapura dalam pengembangan landing point fiber optik di Batam-Singapura.

“Terkait AI, kami akan menyiapkan infrastrukturnya, di mana kita sudah punya fiber optik, dan nantinya kita bekerja sama agar kita punya landing point ke beberapa negara, seperti dengan Singapura untuk pengembangan landing point di Batam-Singapura,” jelas Airlangga.

Berikutnya terkait pengembangan data center, di mana Indonesia sudah memiliki landing point di Bitung untuk ke Amerika Serikat (AS).

“Kita juga punya landing point di Bitung untuk ke Amerika, jadi ini sangat potensi untuk pengembangan data center,” ujarnya.

Selanjutnya yakni pengembangan semikonduktor, di mana pemerintah sudah mengajak kerja sama dengan perusahaan semikonduktor ternama di Inggris yakni Arm Ltd.

“Untuk pengembangan semikonduktor, kami sudah mengajak mitra yakni Arm Ltd, yang menguasai hampir lebih dari 90% daripada pengembangan chip design dan ini didorong untuk melakukan training 15.000 teknisi maupun engineer dalam Arm ekosistem,” ucapnya.

Pemerintah juga telah bekerja sama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), di mana kerja sama ini dilakukan untuk mendorong proses aksesi untuk menyelaraskan kerangka peraturan dengan praktik terbaik internasional.

“Kemudian kerja sama dengan OECD, harapannya kita bisa mulai bahas penyelesaian ratifikasinya, di mana saat ini untuk Eropa baru pertama kali diusulkan ratifikasi melalui versi bahasa Inggris saja, di mana selama ini diterjemahkan ke 24 negara, harapannya bisa dalam bentuk bahasa Indonesia,” terangnya lagi.

Terakhir, pemerintah juga terus mendorong agar perjanjian perdagangan bebas berskala mega regional melalui Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CTPP).

“Kemudian terkait CPTPP, masih dalam proses dan mudah-mudahan aksesi bisa diterima tahun ini sehingga proses bisa berlanjut,” imbuh Airlangga.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengaku agenda ini untuk menjelaskan kepada duta besar negara sahabat bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik.

“Saya mewakili Kadin Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menko untuk ambil inisiatif membuka kantor Menko untuk mengundang para dubes dan perwakilan Kadin daerah untuk bisa mendengar cerita mengenai Indonesia bahwa fundamentalnya itu adalah baik,” kata James Riady. (Ram)