BTN Perkuat SDM Pariwisata Samosir, UMKM Dilatih Hospitality dan Bahasa Inggris

by
Komisaris BTN Fahri Hamzah kepada Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam gala dinner rangkaian acara BTN Leadership Forum 4 di Samosir, Jumat (8/5/2026). (Foto: Humas BTN)

BERITABUANA.CO, SAMOSIR — Pengembangan kawasan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan pembangunan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Komitmen itu ditunjukkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menyasar peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Samosir. Program tersebut diwujudkan lewat pelatihan pelayanan wisata dan kemampuan Bahasa Inggris dasar bagi masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.

Bantuan pelatihan diserahkan Komisaris BTN Fahri Hamzah kepada Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dalam gala dinner rangkaian acara BTN Leadership Forum 4 di Samosir, Jumat kemarin (8/5/2026). Acara tersebut turut disaksikan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu serta Kepala Kantor Wilayah I Sumatera BTN Andhika.

Dalam sambutannya, Fahri Hamzah mengatakan pembangunan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM masyarakat lokal. Menurut dia, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari keindahan alam, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan.

“Pariwisata yang maju membutuhkan masyarakat yang siap bersaing dan mampu memberikan pelayanan berstandar baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi investasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu lagi.

Fahri menambahkan, pelatihan yang diberikan BTN diharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku usaha lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan wisata.

Pelatihan itu mencakup kemampuan hospitality, komunikasi dengan wisatawan, pelayanan destinasi, hingga pemanfaatan transaksi digital dalam kegiatan usaha sehari-hari. Peserta berasal dari berbagai sektor usaha lokal, mulai dari UMKM kuliner, pengrajin, pengelola homestay, hingga penyedia jasa wisata.

BTN menilai penguatan kapasitas masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional. Dengan pelayanan yang semakin profesional, pelaku usaha diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus meningkatkan nilai ekonomi daerah.

Program tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Samosir, seiring upaya pemerintah daerah mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai destinasi unggulan nasional. (Ery)