Ditopang Pengoperasian Jalan Tol, Hutama Karya Cetak Laba Bersih Rp464 Miliar

by
PT Hutama Karya (Persero), segera memberlakukan tarif pada 2 ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Foto: Dok HK)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) menunjukkan kinerja menggembirakan. HK membukukan laba bersih konsolidasi Rp464 miliar pada triwulan I 2026 yang antara lain ditopang oleh segmen pengoperasian jalan tol. Capaian BUMN karya itu, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) periode yang sama sebesar Rp269 miliar atau 172,49 persen.

Capaian di tengah gejolak dunia itu, menurut Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menjadi sinyal ketahanan bisnis perusahaan di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks.

“Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting,” ujar Koentjoro dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Capaian tersebut didorong disiplin pengendalian biaya serta penguatan segmen pengoperasian jalan tol di tengah dinamika pasar global.

Perusahaan menetapkan empat pilar strategi untuk menjaga momentum kinerja sepanjang 2026. Di antaranya, penguatan pengendalian biaya, optimasi pemanfaatan energi, pengambilan keputusan bisnis yang terukur, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Hutama Karya menyatakan kinerja positif awal tahun menjadi dasar untuk menjaga pertumbuhan yang terukur sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Koentjoro menyebutkan kinerja laba tersebut ditopang oleh segmen pengoperasian jalan tol yang mencatatkan earnings after tax (EAT) sebesar Rp333 miliar, serta kontribusi anak usaha PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sebesar Rp167 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, total aset konsolidasi Hutama Karya tercatat Rp189,84 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 2,31 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp141,64 triliun. Total utang perusahaan berhasil ditekan 15,34 persen YoY.

Sementara itu, order book perusahaan tercatat Rp36,37 triliun dengan dominasi proyek pemerintah. Sementara itu pendapatan pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,67 triliun atau 82,11 persen dari target RKAP.

Sementara itu, di sisi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Hutama Karya mencatat progres fisik kumulatif tol terbangun mencapai 1.108 kilometer hingga akhir triwulan I 2026, dengan penambahan 10,1 kilometer pada periode tersebut.

Kemudian ruas tol yang masih dalam tahap konstruksi aktif meliputi Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung. (OSC).