BERITABUANA.CO, JAKARTA – Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi diindikasikan tetap terjaga pada April 2026. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada level optimistis atau indeks lebih dari 100.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026), Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa IKK April 2026 tercatat sebesar 123,0. Itu berarti meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang 122,9.
Terjaganya keyakinan konsumen pada April 2026 terutama ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,4.
Hasil survei mencatat bahwa meningkatnya IKE ditopang oleh kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 108,8 dan 112,6, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 107,8 dan 109,2.
Sementara itu,Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat di level Optimistis sebesar 128,1, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 129,2.
Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terjaga di level optimistis sebesar 129,6, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 130,4
Satu hal, BI mencatat bahwa tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 136,9, 127,7, dan 124,1.
Hasil survei yang sama, BI juga mencatat bahwa rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada April 2026 tercatat sebesar 72,1 persen, relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 72,2 persen.
Untuk proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 9,7 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya 10,2 persen.
Untuk proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 18,2 persen. Itu berarti lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,6 persen. (OSC).







