BERITABUANA.CO, JAKARTA – Meninggalnya Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah yang ditemukan tidak bernyawa di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik. Di tengah beredarnya berbagai spekulasi mengenai penyebab kematian tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Bareskrim Polri mengusut kasus itu secara menyeluruh, profesional, dan transparan agar fakta yang sebenarnya dapat segera terungkap.
Menurut Habib Aboe, penanganan perkara yang menarik perhatian masyarakat harus dilakukan secara objektif dan berbasis alat bukti. Ia menilai keterbukaan dalam proses penyidikan penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Saat ini banyak spekulasi liar yang berkembang di masyarakat terkait meninggalnya Saudara Sutrimo. Oleh karena itu, saya meminta Bareskrim Polri melakukan penyidikan secara mendalam, komprehensif, dan profesional agar dapat diperoleh kesimpulan yang jelas mengenai penyebab kematiannya,” ujar Habib Aboe dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa setiap peristiwa kematian yang menjadi perhatian publik tidak boleh disimpulkan berdasarkan dugaan maupun opini yang berkembang di ruang publik.
“Penegakan hukum harus bertumpu pada fakta, alat bukti, hasil pemeriksaan forensik, serta proses penyidikan yang objektif. Dengan begitu, masyarakat memperoleh kepastian hukum dan tidak terus dibayangi oleh berbagai dugaan yang belum tentu benar,” kata mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu lagi.
Habib Aboe menyatakan keyakinannya bahwa Bareskrim Polri memiliki kapasitas, pengalaman, dan sumber daya yang memadai untuk mengungkap perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja tanpa intervensi.
“Saya meyakini Bareskrim Polri memiliki kapasitas, pengalaman, dan profesionalisme untuk mengusut perkara ini secara tuntas. Berikan ruang kepada penyidik untuk bekerja secara independen sehingga hasil penyidikannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Habib Aboe yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu berharap proses penyidikan segera menghasilkan kejelasan mengenai penyebab meninggalnya Sutrimo sehingga berbagai informasi yang belum terverifikasi tidak terus berkembang di tengah masyarakat.
“Hasil penyidikan yang komprehensif dan transparan sangat penting untuk meredam berbagai spekulasi liar yang beredar. Masyarakat membutuhkan penjelasan yang didasarkan pada fakta, sehingga kepercayaan terhadap proses penegakan hukum tetap terjaga,” ujarnya.
Habib Aboe juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak terburu-buru membangun kesimpulan sebelum hasil penyidikan resmi disampaikan oleh kepolisian. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk menjaga integritas proses penegakan hukum sekaligus memastikan ruang publik diisi oleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Mari kita hormati proses penyidikan yang sedang berjalan dan menunggu hasil resmi dari aparat penegak hukum. Dengan demikian, kepastian hukum dapat terwujud dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga,” pungkas Legislator PKS dari Dapil Kalimantan Selatan I tersebut. (Ery)







