Iran Bukan Venezuela, Tak Mau Dibohongi Trump, Tembaki Kampal Tanker di Selat Hormuz

by
Penjagaan ketat Iran di selat Hormuz (Ilustrasi/Foto: Facebook)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Iran bukan Venezuela. Itu jelas. Karenanya, Orang tak bisa ditipu-tipu oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang terus omon-omon. Apalagi Rusia telah memperingatkan Iran untuk waspada dilakukan serangan oleh pasukan gabungan AS dan Israel ditengah negoisasi.

Karenanya Iran tak bisa disalahkan jika menutup kembali selat Hormuz, dan kapal-kapal perangnya dilaporkan menembaki sebuah kapal tanker di Selat Hormuz.

Hal itu dikabarkan, Aljazeera, AFP, hingga CNN berdasarkan laporan badan keamanan maritim perdagangan Inggris (UKMTO).

Penembakan itu terjadi setelah militer Iran membatalkan janji untuk membuka jalur tersebut bagi pelayaran pada Sabtu (18/4/2026) ini.

Mengutip dari AFP berdasarkan keterangan UKMTO, kapten kapal tanker tersebut melaporkan didekati 37 kilometer (23 mil) timur laut Oman oleh dua kapal perang Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). UKMTO menyatakan tanpa peringatan radio apa pun, kapal-kapal perang tersebut “kemudian menembaki kapal tanker,.”

“Kapal tanker dan awaknya dilaporkan selamat. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan,” demikian pernyataannya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari Iran maupun IRGC soal perasi militer di laut tersebut.

Terkait perkembangan situasi akhir pekan ini, Iran semula mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz jika AS tetap memblokade pelabuhan-pelabuhan mereka.

Sebelumnya, Negara Para Mullah itu mengumumkan kembali membuka Selat Hormuz pada Jumat pekan lalu. Namun, AS masih tidak membuka blokadenya di depan selat tersebut.

Pusat Komando Militer Iran menyatakan kembali menutup Selat Hormuz setelah sempat dibuka sehari sebelumnya, pada Jumat (17/4/2026). Penutupan kembali Selat Hormuz dilakukan Iran karena Amerika Serikat masih melakukan blokade di depan selat tersebut. (Kds)