Harga Plastik Naik Akibat Gangguan di Selat Hormuz, Tapi Harga Minyak Goreng Tidak Naik

by
Bahan baku plastik hasil daur ulang. (Ilustrasi/Foto: Antara)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Waktu pengiriman bahan baku industri petrokimia salah satunya untuk membuat plastik kini bertambah hingga 50 hari akibat gangguan di kawasan Selat Hormuz. Sebelumnya hanya 15 hari. Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi, yang mengakibatkan harga plastik mahal.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Kamis (17/4/2026).

“Waktu pengiriman bahan baku industri petrokimia salah satunya untuk membuat plastik kini bertambah hingga 50 hari akibat gangguan di kawasan Selat Hormuz. Sebelumnya hanya 15 hari,” jelas Agus, di tengah kekhawatiran dampak dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, terhadap rantai pasok bahan baku petrokimia dan industri plastik nasional.

Menurut Agus, Kemenperin sendiri telah mempertemukan pelaku industri hulu petrokimia, industri antara, industri hilir, hingga industri daur ulang plastik guna membahas kondisi terkini serta langkah mitigasi bersama.

Dari pertemuan tersebut, pelaku industri menyampaikan optimisme terkait ketersediaan stok plastik di dalam negeri, meski pemerintah tetap mencermati perkembangan global.

“Dari hasil pertemuan, kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garis bawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat yang berdampak terhadap produksi dan stok subsektor ini,” katanya.

Meski stok dinilai masih aman, Kemenperin mengakui gejolak di Selat Hormuz telah memicu distorsi pada struktur harga plastik di dalam negeri. Kenaikan biaya logistik, freight pelabuhan, hingga tambahan biaya surcharge menjadi faktor yang mendorong penyesuaian harga.

Selain itu, keterlambatan pengiriman bahan baku dari luar negeri turut memperbesar tekanan biaya produksi industri.

Harga HET Minyak Goreng

Namun begitu, tetap ada yang menenangkan. Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso juga memastikan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng meski biaya produksi melonjak di tengah kenaikan harga plastik kemasan.

“Sekarang kan masih bisa (HET masih sama). Memang itu kan fungsinya untuk menstabilkan harga. Biar harga yang lain enggak naik,” ujar Budi di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Saat ini, pemerintah menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu per liter, sementara untuk minyak goreng merek Minyakita dipatok Rp15.700 per liter. Kebijakan ini menjadi acuan utama untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. (Ram)