Diklat Semi-Militer dan Sejarah Baru Penyelenggaraan Haji Indonesia

by
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak. FOTO: ISTIMEWA

BERITABUANA.CO, JAKARTA- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta. Diklat PPI 2026 ini akan digelar selama 20 hari (10 Januari-30 Januari 2026).

Diklat ini diikuti kurang lebih 1.600-an calon petugas haji yang datang dari seluruh Indonesia. Selain mendapatkan materi bimbingan soal layanan ibadah haji dan materi bahasa arab, para peserta juga akan digembleng dengan Diklat ‘Semi Militer’ yang didalamnya ada latihan baris berbaris.

Dalam kegiatan Diklat PPIH Arab Saudi ini, peserta mendapatkan pembinaan dari para instruktur yang berasal dari unsur TNI dan Polri, baik pria maupun perempuan. Para instruktur tersebut akan mendampingi dan melatih peserta selama seluruh rangkaian pendidikan berlangsung.

Melalui diklat ini, para calon petugas haji dibekali berbagai materi untuk memastikan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan apresiasi kepada peserta diklat PPIH 2026 yang terus mengalami peningkatan dalam pelatihan yang sudah berjalan kurang lebih 2 minggu ini.

Terlebih, lanjut Wamenhaj, kedisiplinan dan kekompakan yang telah diperolehnya ini akan menjadi penanda era baru dalam tata kelola penyelenggaraan haji Indonesia.

“Di hari pertama saya sampaikan, saya ragu saudara-saudara mampu menjadi petugas haji yang baik, kompak, dan penuh kedisiplinan. Tapi hari ini, di minggu kedua, saya melihat keraguan itu salah,” ujar Wamenhaj di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

“Hari ini, saya melihat era baru penyelenggaraan haji Indonesia. Saya melihat era baru petugas haji Indonesia. Saudara-saudara adalah orang-orang terpilih yang sedang mengukir sejarah baru haji Indonesia,” sambung Wamenhaj.

Ia pun berharap transformasi positif peserta yang sudah terbentuk di ruang diklat ini tidak berhenti saat nantinya pulang usai kegiatan diklat tuntas.

“Kalian hanya berada di ‘barak’ selama 20 hari. Tapi yang kami harapkan ketika keluar pada 30 Januari nanti, kebiasaan baik ini terus dilanjutkan,” ujar Wamenhaj.

Wamenhaj mengingatkan bahwa amanah sebagai petugas haji adalah bentuk tanggung jawab spiritual dan kenegaraan. “Apa yang saudara jawab hari ini adalah utang kepada Allah SWT, utang kepada jemaah haji, dan utang kepada Negara Republik Indonesia. Maka tunaikan utang itu,” tegasnya.

Dilatih Serius

Sebelumnya, pada ‘Apel Malam’, Kamis (15/1/2026), Wamenhaj menyampaikan bahwa diklat dengan pendekatan ‘Semi-Militer’ nyatanya memperkuat disiplin, solidaritas, serta kesiapan mental petugas dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Tidak ada dalam sejarah petugas haji itu dilatih seserius ini, durasi waktunya 20 hari. Dan terus serang kami memang menerapkan semimiliter yang faktanya anda nikmati. Yang faktanya mengembirakan, yang faktanya membuat anda semuanya bisa mengubur ego ke-aku-an,” ujarnya.

Wamenhaj menilai, kehadiran para petugas haji 2026 menjadi bagian penting dari sejarah baru penyelenggaraan haji Indonesia. “Berbangga hatilah Anda, Bapak, Ibu sebagai fasilitator, karena ini adalah haji pertama yang diselenggarakan oleh institusi, institusi yang dilahirkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk jemaah,” tutupnya. (Muhammad Umar Fadloli)