Sudah 20.330 Jemaah Gelombang Dua Tiba di Madinah, Penempatan Hotel Berjalan Tertib

by
Kepala Seksi Akomodasi Daker Madinah Dr Zaenal Muttaqin Bersama Pelaksana Hotel saat melihat fasilitas Kamar untuk jemaah haji. FOTO: Muhammad Umar Fadloli

BERITABUANA.CO, MADINAH — Proses kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah terus berlangsung. Hingga Rabu (10/6/2026), sebanyak 53 kloter dengan sekitar 20.330 jemaah telah tiba dan menempati hotel-hotel yang disiapkan di Kota Madinah.

Kepala Seksi (Kasi) Akomodasi Daker Madinah, Zaenal Muttaqin, mengatakan pada hari ini saja terdapat 17 kloter yang tiba di Madinah. Secara keseluruhan, jemaah yang sudah datang telah ditempatkan di 32 hotel yang tersebar di sejumlah sektor layanan.

“Secara keseluruhan kita sudah menerima 53 kloter di Madinah Al Munawarah ini. Ada 32 hotel yang kita sudah tempatkan, sekitar 20.330 jemaah yang sudah masuk ke Kota Madinah,” kata Zaenal saat menyambut kedatangan jemaah di Hotel Millennium Taiba, Sektor 4 Madinah.

Zaenal menuturkan, proses penempatan berlangsung aman dan tertib berkat pengalaman petugas selama melayani jemaah pada gelombang pertama.

Ia lalu mengungkapakan, pada fase gelombang kedua ini sekitar 100 ribu jemaah haji Indonesia dijadwalkan tinggal di Madinah. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total lebih dari 203 ribu jemaah dan petugas yang mengikuti penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Alhamdulillah secara keseluruhan penempatan jemaah di hotel-hotel Madinah ini berjalan dengan aman dan juga tertib. Karena mungkin petugas sudah memahami bagaimana ritme kerja penempatan di luar penyambutan jemaah,” ucapnya.

Berbasis Nama

Untuk menghindari kebingungan saat check-in hotel, Daker Madinah juga terus mengoptimalkan sistem penempatan kamar berbasis nama atau by name by room. Dengan sistem tersebut, jemaah dapat langsung mengetahui lokasi kamar setibanya di hotel sehingga proses distribusi menjadi lebih cepat dan tertata.

Zaenal mengakui sempat terjadi keterlambatan pada beberapa hotel akibat proses pengecekan dan simulasi keselamatan gedung. Namun secara umum seluruh hotel telah dikendalikan agar penempatan jemaah tetap berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan penumpukan saat kedatangan. (Fadloli/ MCH 2026)