BERITABUANA.CO, SOE – Rumah Sakit Umum (RSU) Muder Ignacia SoE diresmikan, dalam upaya mendorong akses kesehatan warga di Kabupaten TTS.
“Pemprov akan menyiapkan dukungan, untuk pengembangan layanan rumah sakit, yang selama ini melayani puluhan ribu warga TTS,” tegas Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Jumat (12/6/2026).
Melki mengatakan keberadaan rumah sakit yang berkualitas merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat NTT, terutama di Kabupaten TTS yang memiliki jumlah penduduk hampir 500 ribu jiwa.
“Dengan jumlah penduduk yang besar di Kabupaten TTS, kehadiran rumah sakit ini menjadi sumbangan yang luar biasa bagi masyarakat,” kata Melki.
Dukungan terhadap pengembangan RSU Muder Ignacia Soe juga datang dari mitra internasional. Perwakilan John James Foundation Australia, Dr. David O’Rourke, mengatakan pihaknya telah mendampingi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut sejak tahun 2006.
Menurut David, rumah sakit tersebut saat ini telah melayani sekitar 75 ribu pasien serta menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 60 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.
“Rumah sakit ini melayani sekitar 75 ribu pasien dan menyediakan pekerjaan bagi sekitar 60 orang. Kami juga mendukung berbagai pelatihan tenaga kesehatan dan secara rutin melaksanakan operasi katarak setiap tahun,” ujarnya.
David menjelaskan keterlibatan yayasannya bermula dari kerja sama pelayanan kesehatan bersama Kongregasi RVM yang kemudian berkembang menjadi dukungan pembangunan fasilitas rumah sakit.
Menurutnya, target peningkatan status rumah sakit menjadi tipe D saat ini telah mencapai sekitar 75 persen.
Direktur RSU Muder Ignacia SoE, dr. Hironimus Fernandez, menjelaskan rumah sakit yang dipimpinnya saat ini berawal dari sebuah balai pengobatan sederhana yang kemudian berkembang menjadi klinik sebelum akhirnya menjadi rumah sakit.
“Sesungguhnya perjalanan rumah sakit ini berawal dari mimpi seorang misionaris RVM yang datang ke Indonesia untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan,” katanya.
Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni yang turut hadir dalam peresmian tersebut mengatakan gedung utama yang baru diberkati bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol harapan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Hari ini bukan hanya peresmian sebuah gedung, tetapi ungkapan syukur atas karya kasih Tuhan yang terus berkembang melalui pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (*/iir)







