Petugas Seksus Nabawi Perkuat Layanan Jemaah Lansia dan Disabilitas Agar Beribadah dengan  Nyaman

by
Kepala Seksus Nabawi, M. Thoriq saat memberikan keterangan di sekitar Masjid Nabawi. Foto: MCH 2026

BERITABUANA.CO, MADINAH– Petugas Sektor Khusus (Seksus) Nabawi memperkuat pelayanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini berada di Madinah. Penguatan layanan difokuskan pada kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas agar dapat menjalankan ibadah di Masjid Nabawi dengan aman dan nyaman.

Kapala Seksus Nabawi M. Thoriq mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di setiap pos pelayanan.

“Untuk jemaah haji gelombang kedua, kita akan melaksanakan penguatan pelayanan terhadap lansia dan disabilitas, antara lain kita menyiapkan kursi roda di setiap pos,” ucap Thoriq, Kamis (11/6/2026).

Thoriq menuturkan, petugas juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan kursi roda meningkat. Menurutnya, seluruh anggota Seksus Nabawi telah ditugaskan untuk berkoordinasi dengan layanan Nusuk Care apabila terjadi kekurangan sarana mobilitas bagi jemaah.

“Kalaupun nanti kita kekurangan kursi roda, saya menugaskan seluruh anggota Seksus Nabawi untuk meminjam kursi roda di Nusuk Care,” tuturnya.

Selain bantuan mobilitas, lanjut Thoriq, Seksus Nabawi juga memperkuat layanan pendukung kesehatan mengingat suhu udara di Madinah masih sangat tinggi. Ia mmenegaskan petugas menyediakan bantuan air minum, sandal cadangan, hingga water spray untuk membantu jemaah mengurangi risiko dehidrasi saat beraktivitas di sekitar Masjid Nabawi.

“Mengingat suhu harian saat ini adalah 42 derajat dan cukup panas dan cukup terik, sehingga untuk menghindari jemaah dehidrasi dan sebagainya kita juga membantu mengambilkan air minum,” jelasnya.

Di bidang edukasi, kata Thoriq, petugas juga aktif memberikan pendampingan kepada jemaah terkait penggunaan aplikasi Nusuk dan tata tertib di Masjid Nabawi. Menurut Thoriq, pemahaman terhadap aturan yang berlaku penting agar jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa mengalami kendala saat berada di kawasan masjid.

“Kita mengedukasi jemaah dalam penggunaan aplikasi Nusuk, dan juga mengedukasi jemaah agar mematuhi tata tertib yang ada di Masjid Nabawi ini supaya mereka bisa beribadah dengan khusyuk,” katanya.

Masuk Raudhah Bersama

Sementara itu, terkait layanan kunjungan ke Raudhah, Thoriq menjelaskan proses masuk dilakukan secara kolektif menggunakan tasreh atau izin resmi yang telah diterbitkan melalui sistem Nusuk.

Dengan mekanisme tersebut, lanjut Thoriq, setiap kloter memiliki kesempatan yang sama untuk memasuki Raudhah secara terorganisir. “Setiap kloter mempunyai hak jemaahnya untuk masuk Raudhah full satu kloter,” ucapnya.

Ia lalu mencontohkan, pada jadwal kunjungan sore hari terdapat sekitar 1.045 jemaah yang masuk ke Raudhah dalam satu sesi. Jumlah tersebut akan terus bertambah pada sesi berikutnya sehingga total kuota harian dapat mencapai ribuan orang.

“Bisa kurang lebih sampai 8.000 orang dalam satu hari, laki-laki maupun yang wanita,” tutupnya. (Fadloli/MCH 2026)