Habib Aboe Ajak Masyarakat Simak Pidato Presiden, Bawa Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas 2045

by
Anggota F-PKS MPR/DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi bersama Presiden Prabowo Subianto saat akan memasuki Gedung Kura-kura MPR RI. (Foto: Dok. Pribadi)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Momentum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pada Jumat (14/8/2026) diminta tidak berhenti sebagai agenda rutin kenegaraan. Anggota DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mengajak masyarakat menyimak pidato Presiden Prabowo Subianto sebagai gambaran arah kebijakan dan pengelolaan anggaran negara ke depan.

Ajakan itu disampaikan Habib Aboe melalui video yang dibagikan kepada wartawan menjelang pelaksanaan sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, pidato Presiden dalam momentum kenegaraan tersebut penting dicermati karena memuat gambaran mengenai kondisi Indonesia sekaligus arah pembangunan yang akan ditempuh pemerintah.

“Pagi ini kita akan mengikuti Sidang Umum MPR. Dan kita akan mendengarkan pidato tentang Rencana Anggaran ke Depan, RAPBN, pidato Presiden membicarakan situasi Indonesia ke depan,” ujar Habib Aboe.

Pidato Presiden dan RAPBN Jadi Penentu Arah Kebijakan

Habib Aboe menilai pidato Presiden dan penyampaian Nota Keuangan bukan sekadar rangkaian seremoni dalam agenda kenegaraan. Di dalamnya terdapat sejumlah kebijakan dan prioritas pembangunan yang akan menentukan bagaimana negara merespons tantangan ekonomi maupun sosial.

Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak hanya mengikuti kemeriahan momentum kemerdekaan, tetapi juga memperhatikan substansi kebijakan yang disampaikan pemerintah.

RAPBN memiliki posisi penting karena menjadi instrumen pemerintah dalam membiayai berbagai kebutuhan pembangunan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi masyarakat hingga perlindungan sosial, seluruhnya membutuhkan perencanaan anggaran yang terukur.

Bagi masyarakat, pembahasan mengenai RAPBN juga penting karena kebijakan fiskal pada akhirnya akan berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Semangat Kemerdekaan Harus Diikuti Kerja Nyata

Di tengah suasana menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Habib Aboe mengingatkan bahwa kemerdekaan harus dimaknai lebih luas daripada sekadar perayaan tahunan.

Anggota Badan Kerja Sama Parlemen (BKSAP) DPR itu pun mengajak masyarakat menghidupkan semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. “Oleh karena itu, kita semangat 17 Agustus Kemerdekaan, merdeka jiwa, rasa, dan raga,” katanya.

Pesan tersebut, menurut dia, harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata, persatuan, kepedulian sosial, serta kontribusi setiap warga negara sesuai bidang masing-masing.

Kemerdekaan, dengan demikian, bukan akhir dari perjuangan bangsa. Sebaliknya, kemerdekaan menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan Indonesia terus berkembang dan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya.

Berharap Pidato Presiden Bawa Optimisme Indonesia Emas 2045

Habib Aboe juga berharap pidato Presiden memberikan optimisme mengenai perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita akan mendengarkan pidato Nota Keuangan Presiden. Dan kita berharap pidatonya akan berisi optimisme ke depan untuk Indonesia Emas 2045,” ujar dia.

Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar ketika Indonesia memasuki usia satu abad. Untuk mencapainya, Indonesia membutuhkan pembangunan yang konsisten, sumber daya manusia berkualitas, ekonomi yang kompetitif, serta kebijakan yang mampu menjawab perubahan zaman.

Tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks. Perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, kebutuhan penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Karena itu, optimisme perlu berjalan beriringan dengan kebijakan yang tepat dan kerja nyata.

RAPBN Harus Berdampak pada Kehidupan Rakyat

Habib Aboe menekankan bahwa anggaran negara pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat.

RAPBN tidak cukup hanya terlihat baik dalam angka dan dokumen perencanaan. Implementasinya harus mampu memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan merupakan sejumlah sektor yang membutuhkan dukungan anggaran negara.

Karena itu, masyarakat dinilai memiliki alasan kuat untuk mencermati pidato Presiden, terutama mengenai prioritas pembangunan dan bagaimana pemerintah mengalokasikan sumber daya negara.

“Merdeka Jiwa, Rasa, dan Raga”

Pesan Habib Aboe tentang “merdeka jiwa, rasa, dan raga” juga menjadi bagian dari ajakannya kepada masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan optimisme.

Kemerdekaan jiwa dapat diwujudkan melalui keberanian untuk berpikir dan bertindak positif. Kemerdekaan rasa tercermin dari kepedulian terhadap sesama dan kesediaan menjaga persatuan. Sementara kemerdekaan raga menjadi ruang bagi setiap warga negara untuk bekerja, berkarya, dan memberikan kontribusi.

Nilai-nilai tersebut semakin penting bagi generasi muda yang akan menjadi bagian utama dari perjalanan Indonesia menuju 2045.

Pendidikan, kreativitas, inovasi, integritas, dan semangat kebangsaan perlu terus diperkuat agar bonus demografi menjadi modal pembangunan, bukan justru menjadi tantangan baru.

Habib Aboe berharap momentum Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memahami arah Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

“Pagi ini kita dengan semangat, dengan gairah kemerdekaan, kita akan berkumpul bersama mendengarkan pidato, dan kita simak baik-baik,” tuturnya.

Ia berharap pidato Presiden tidak hanya memberikan gambaran mengenai kondisi bangsa saat ini, tetapi juga menghadirkan optimisme mengenai masa depan Indonesia.

“Dan kita berharap pidatonya akan berisi optimisme ke depan untuk Indonesia Emas 2045,” katanya.

Habib Aboe kemudian menyampaikan pesan penutup agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebahagiaan. “Salam sehat, salam bahagia, bugar sepanjang usia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pantun yang mengajak masyarakat menyimak pidato Presiden dan memperhatikan capaian kinerja pemerintah.

Sinar mentari menghias awan,
Burung merpati terbang berdua.
Presiden akan berikan pidato kenegaraan,
Mari simak laporan capaian kinerja.

Burung merpati terbang berdua,
Hinggap sebentar di dahan jati.
Semoga kinerja hijau semua,
Membuat rakyat senang di hati.

Pergi ke pasar membeli batik,
Warnanya indah buatan kriya.
Mari simak pidato dengan baik,
Demi kemajuan Indonesia Raya.

Bagi Legislator dari Fraksi PKS Dapil Kalimantan Selatan I itu, semangat kemerdekaan dan optimisme pembangunan harus berjalan beriringan. Pidato kenegaraan dapat menjadi titik untuk melihat kembali capaian yang telah diraih sekaligus membaca tantangan yang masih harus diselesaikan.

Pada akhirnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, bekerja keras, dan mengubah semangat kemerdekaan menjadi tindakan nyata. (Ery)

No More Posts Available.

No more pages to load.