Prabowo Debut di KTT BRICS New Delhi, Suarakan Kemerdekaan Sejati dan Ketahanan Bangsa

by
Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS, India. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

BERITABUANA.CO, NEW DELHI – Panggung Bharat Mandapam, New Delhi, Sabtu (12/9/2026) menjadi saksi debut Indonesia sebagai anggota penuh BRICS. Di hadapan dua raksasa dunia, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang lugas dan penuh pesan kedaulatan.

Dalam sesi terbatas bertajuk ‘Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism’ di KTT ke-18 BRICS 2026, Prabowo tidak hanya bicara soal kerja sama global, tapi juga soal harga diri sebuah bangsa.

Mengawali pidatonya, Prabowo memberikan penghormatan khusus kepada tuan rumah, Perdana Menteri India Narendra Modi.

“Izinkan saya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan keramahtamahan luar biasa. Kepemimpinan hebat Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS patut diapresiasi,” ujar Prabowo.

Bagi Indonesia, momen ini bersejarah. Sebagai anggota termuda BRICS, kehadiran Indonesia disambut cepat oleh para pendiri.

“Merupakan kehormatan besar bagi kami. Kami anggota baru, dan kami berterima kasih telah diterima begitu cepat dalam organisasi hebat yang mewakili separuh populasi dunia ini,” kata Prabowo.

Namun, poin terkuat dari pidato Prabowo adalah soal makna kekuatan yang sesungguhnya. Menurutnya, kekuatan BRICS tidak datang dari senjata atau paksaan, melainkan dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri.

“Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri. Dari kemampuan kita memberi makan rakyat, menjamin energi, mendidik anak-anak kita, dan memberi mereka hidup sejahtera. Begitulah kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” tegasnya.

Dengan nada tegas, Prabowo menyinggung prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh, baru kita benar-benar mandiri. Kami memperkuat fondasi untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujarnya, disambut perhatian para pemimpin BRICS.

Prabowo kemudian menawarkan langkah konkret: konektivitas energi antar-negara BRICS.

“Energi adalah contoh paling jelas. Jika kita menghubungkan sistem energi dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita, kita bisa mendorong ekonomi dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Kds)