BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ekosistem nontunai di Kalimantan Timur pada awal 2026 semakin berkembang. Bank Indonesia mendata, hal itu ditandai dengan penggunaan QRIS yang mencetak rekor performa positif dengan kenaikan tajam pada jumlah pengguna serta jangkauan pedagang yang semakin luas.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, di Samarinda, Kamis (26/3/2026), mengungkapkan hingga Januari 2026, jumlah pengguna QRIS di Benua Etam itu, telah menembus angka 859,2 ribu orang.
Menurut Jajang pencapaian itu, menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan posisi Desember 2025 yang tercatat sebesar 850,8 ribu pengguna. Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan dan ketergantungan masyarakat Kaltim terhadap transaksi digital yang semakin tinggi.
Pertumbuhan ini berbanding lurus dengan kesiapan pelaku usaha. Data BI menunjukkan jumlah merchant yang mengadopsi QRIS tumbuh dari 798,2 ribu pada Desember 2025 menjadi 808,0 ribu unit pada Januari 2026.
Dalam catatan BI, perluasan ini merupakan pilar krusial dalam memperkuat kemandirian ekonomi digital daerah. Adaptasi cepat para pelaku usaha tersebut menurut Jajang, bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi transaksi.
BI Kaltim juga memantau dinamika peredaran uang kartal, atau uang tunai. Pada periode yang sama, sektor perbankan di Kaltim mencatatkan kondisi net inflow (uang masuk ke bank lebih besar dibanding uang keluar) sebesar Rp2,9 triliun.
Kondisi net inflow ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah. Data itu mengindikasikan likuiditas perbankan di awal tahun tetap terjaga dengan sangat baik. Meskipun pola transaksi masyarakat mulai bergeser ke arah digital secara masif, aktivitas ekonomi konvensional tetap bergerak dinamis dan terkendali. (Osc).







