Sepanjang 2025 Emiten Prajogo Pangestu Ini Bukukan Pendapatan Rp14,82 Triliun

by
Prajogo Pangestu. FOTO: Kompas.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan pendapatan senilai USD886,45 juta sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu itu, setara Rp14,82 triliun (kurs Jisdor Rp16.720 per dolar AS).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (6/3/2026), diketahui bahwa pendapatan itu tumbuh 28,32 persen year on year (yoy) dibandingkan pendapatan senilai USD690,81 juta pada 2024.

Data yang ada menunjukkan, pendapatan Petrosea itu dikontribusikan dari penambangan sebesar USD389,25 juta, konstruksi dan rekayasa sebesar USD379,74 juta. Kemudian, EPCI-Minyak Bumi dan Gas Lepas Pantai sebesar USD32,86 juta.

Untuk pendapatan jasa berkontribusi sebesar USSD30 juta, ditambah pendapatan lain-lain senilai USD2,5 juta. Pendapatan dari penjualan batu bara tercatat sebesar USD52,01 juta .

Dengan kenaikan pendapatan itu, beban usaha langsung perseroan juga turut meningkat 28,93 persen (yoy) menjadi senilai USD774,23 juta pada 2025, dibandingkan senilai USD600,52 juta pada 2024.

Kemudian, perseroan mencatatkan laba kotor sebesar USD112,22 juta pada 2025, atau tumbuh 24,30 persen (yoy) dibandingkan senilai USD90,28 juta pada 2024.

Untuk laba bersih Petrosea meningkat 197,02 persen (yoy) menjadi USD28,8 juta atau setara Rp481,66 miliar pada 2025, dibandingkan senilai USD9,69 juta pada 2024.

Sementara itu, per 31 Desember 2025, Petrosea mencatatkan lonjakan jumlah aset menjadi senilai USD1,58 miliar, dibandingkan senilai USD867,26 juta pada akhir 2024.

Jumlah liabilitas Petrosea senilai USD1,27 miliar pada akhir 2025, dibandingkan senilai USD617,5 juta secara tahunan pada akhir 2024.

Sementara itu, total ekuitas Petrosea juga naik menjadi USD307,4 juta pada akhir 2025, dibandingkan pada akhir 2024 senilai USD249,75 juta. (Osc).