Bank Central Asia Tbk (BBCA) Bakal Buyback Saham Senilai Maksimal Rp5 Triliun

by
PT Bank Central Asia Tbk, (BBCA). FOTO: BCA.

PBERITABUANA.CO, JAKARTA – Sedikitnya Rp5 triliun anggaran yang disiapkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk pembelian saham perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anggaran sebesar itu, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

Bank BCA perlu melakukan aksi korporasi ini dalam rangka turut mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian lebih optimal bagi para pemegang saham.

Menurut EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn, periode pelaksanaan shares buyback adalah selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026.

“Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” kata Hera dalam keterangannya, Kamis (29/1/12026).

Hera menyebutkan, pelaksanaan shares buyback tersebut dapat diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BCA menyampaikan jumlah saham yang dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan.

Di luar itu, pelaksanaan shares buyback juga tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum, sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan POJK No. 27 Tahun 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip good corporate governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan atau ketentuan yang berlaku.

Sampai akhir Desember 2025, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun pada tahun 2025, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp993 triliun. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025.

Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun, di mana dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.

Penting diketahui, rencana pembelian kembali saham itu, dijalankan di tengah pelemahan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari modal disetor BBCA dan jumlah saham yang beredar setelah pelaksanaan buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari jumlah saham tercatat.

Untuk bisa mengeksekusi aksi korporasi ini, BBCA akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 12 Maret 2026.

Periode pelaksanaan buyback akan dilakukan 12 bulan sejak disetujuinya rencana buyback oleh RUPST, kecuali diakhiri lebih cepat oleh BBCA dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Satu hal, manajemen BBCA menggunakan dana internal dan bukan berasal dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum, untuk pelaksanaan buyback saham itu.

Manajemen BBCA memasukkan hasil pembelian kembali saham tersebut akan dicatat sebagai saham treasuri yang menjadi pengurang ekuitas BBCA. (Osc).