Ekspor Udang ke AS Menunjukan Tren Positif, KKP: Perketat Pengawasan

by
Ekspor Undang. (Ilustrasi/Foto: Didi)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Plt. Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andy Artha Donny Oktopura mengatakan, ekspor udang RI ke Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren positif. Per 26 April 2026, sudah ada lebih dari 3.000 kontainer udang Indonesia yang diekspor ke AS.

Hal itu sudah menunjukan hal sangat positif, pasca-adanya temuan jejak zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada pengiriman produk udang beku oleh badan pengawas obat dan makanan AS, FDA tahun 2025 lalu.

Andy menyampaikan hal itu dalam Food Summit 2026 CNBC Indonesia, “Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework” di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Semoga, kata Andy, kejadian serupa tidak terulang lagi. Karena itu, KKP pun semakin memberlakukan pengawasan yang ketat di lapangan.

“Per 26 April sudah lebih dari 3.000 kontainer masuk AS, nilainya Rp11 triliun. Kita harap ke depan jangan terulang,” katanya.

Dari itu Andy berharap secara bersama  berkomitmen melaksanakan sistem yang nggak menghambat, tapi memastikan produk Indonesia sesuai standar global.

Andy juga meminta untuk melakukan pengawasan ketat, termasuk menggencarkan edukasi. “Nggak hanya di produksi, tapi juga terkait pengawasan edukasi termasuk KKP. Arahan menteri adalah bagaimana mendorong kemudahan pelayanan bagi pelaku usaha agar lebih efisien,” ucapnya.

Terkait jaminan mutu pangan, sambungnya, KKP fokus memprioritaskan keamanan pangan domestik. Dalam hal ini, jelasnya, KKP membuat kerangka kerja keamanan pangan domestik terkait rantai pasok.

Apalagi, imbuhnya, dengan banyaknya UMKM yang terlibat, ada hal-hal yang harus diperbaiki.

“Ke depan di KKP bangun sistem untuk sertifikasi hulu dan sistem pengolahan. Harapannya bisa dipatuhi bersama. Kami bekerja sama dengan pemda dan pengusaha, sehingga produksi kita bisa aman dikonsumsi masyarakat,” kata Andy Artha.

“Kita sinergi bersama pengawasannya agar di lapangan betul-betul jalan. Kita dorong edukasi ke masyarakat, pengusaha, dan pemda agar ada kesepahaman bersama. Agar makanan dikonsumi tidak hanya murah, tapi sesuai standar,” tambahnya. (Ram)