BERITABUANA.CO, JAKARTA– Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) akan kembali menerapkan konsep Murur dan inovasi baru yakni konsep Tanazul dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026 M yang difokuskan pada rangkaian puncak ibadah di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). Hal itu dilakukan untuk mengurangi kepadatan sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.
“Rencana Murur dan Tanazul memang itu akan akan kita laksanakan pada tahun ini. Memang sudah dikemukakan oleh pemimpin kita di kementerian haji, bapak menteri juga akan melakukan konsep itu,” kata Kepala Satuan Operasional Armuzna 2025, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid usai memberikan pembekalan terkait pembagian peran simulasi Armuzna di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026) malam.
Harun menuturkan, pihaknya bersama unsur-unsur petugas Haji akan menyiapkan dan menjalankan konsep tersebut.
“Sehingga kami dengan unsur-unsur petugas yang ada di Arafah, muzdalifah dan Mina itu akan mendukung kebijakan ini karena kita anggap itu lebih efektif untuk mengurangi kepadatan jemaah di muzdalifah dan bisa mengontrol kepadatan di muzdalifah dan nanti di Mina, ” ucapnya.
Saat disinggung berapa jumlah jemaah haji yang akan mengikuti konsep Murur dan Tanazul, Harun masih belum bisa memastikan. “Nanti berapa jumlah jemaah kalau sudah didata, ” jawabnya.
Konsep Tanazul menjadi langkah strategis terbaru untuk mengurai kepadatan jemaah saat bermalam (mabit) di Mina. Konsep tanazul memungkinkan jemaah yang tinggal di hotel dekat area Jamarat atau lokasi lontar jumrah untuk kembali ke hotel setelah melempar ‘Jumrah Aqabah’.
Dengan demikian, jemaah tidak perlu menempati tenda di Mina namun tetap menjalankan kewajiban bermalam sesuai ketentuan.
Selain Tanazul, konsep Murur, yang sukses dijalankan pada musim haji 1446 H/2025 M, juga akan kembali diberlakukan. Dalam skema ini, jemaah tidak harus turun dari bus saat melewati Muzdalifah.
Mereka, akan diberangkatkan dari Arafah setelah salat Magrib dan langsung menuju Mina, sehingga perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kemacetan serta kepadatan. (Fadloli)







