BERITABUANA.CO, SURABAYA – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat komitmen dalam berkontribusi mewujudkan swasembada pangan dan swasembada gula nasional demi tercapainya masyarakat Indonesia yang sejahtera. Penguatan dilakukan dengan meningkatkan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata SGN dalam mendukung visi besar pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada gula yang berkelanjutan,” kata Direktur Utama PT SGN Mahmudi di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 10 Januari 2026.
Dalam penuturannya, Mahmudi mengatakan penguatan akan dilakukan dengan meningkatkan produktivitas tebu, efisiensi industri gula, serta kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan lainnya.
Komitmen tersebut dijalankan demi meneruskan estafet keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional pada 2025.
Swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan kemandirian pangan menjadi syarat mutlak bagi sebuah negara untuk berdiri tegak dan berdaulat.
Karena itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan 50 persen produksi tebu nasional tahun ini akan berasal dari Jawa Timur.
Lalu, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga tidak akan melakukan impor gula putih pada tahun ini sebagai langkah nyata menuju kemandirian gula nasional.
Data yang ada menunjukkan, pada 2025, realisasi gula PT SGN berfokus pada pencapaian target ambisius yaitu produksi 1,012 juta ton Gula Kristal Putih (GKP) dan penggilingan 13,5 hingga 13,6 juta ton tebu dengan strategi optimasi lahan dan pendampingan petani.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 triliun untuk bongkar ratoon seluas 100 ribu hektare dalam rangka meningkatkan gula rafinasi. Dalam tahun ini, pemerintah juga berencana melakukan bongkar ratoon seluas 100 ribu hektare. (Osc)







