BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ancaman serius terhadap alih fungsi lahan sawah, menjadi sorotan tajam anggota Komisi VI DPR RI, Ida Nurlaela Wiradinata. Ia menegaskan bahwa konversi lahan pertanian produktif menjadi bangunan komersial atau hunian dapat menggoyahkan fondasi swasembada pangan nasional jika tidak segera dicegah.
“Petani kita adalah ujung tombak swasembada pangan. Karena itu, jangan sampai lahan mereka beralih fungsi. Pertahankan lahan untuk tetap menjadi lumbung pangan kita,” tegas Ida kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ida menyoroti bahwa para petani saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari sistem irigasi yang belum optimal hingga keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian modern. Kondisi ini, menurutnya, sering kali memaksa petani melepas lahannya karena merasa tidak lagi menjanjikan secara ekonomi. Oleh karena itu, ia berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Ida merinci empat poin krusial yang perlu menjadi perhatian bersama pemerintah daerah maupun pusat. Pertama, penjagaan ketat terhadap lahan pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi bangunan permanen.
Kedua, percepatan perbaikan infrastruktur, khususnya jaringan irigasi, untuk menjamin pasokan air yang stabil bagi sawah-sawah di Pangandaran.
Ketiga, modernisasi pertanian melalui penyediaan teknologi tepat guna, seperti bantuan alat mesin pertanian (alsintan) termasuk traktor, guna meningkatkan efisiensi kerja petani.
Keempat, pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian agar produktivitas panen meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Ia mencontohkan di Kabupaten Pangandara, yang menurutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Barat. Namun, potensi tersebut hanya bisa dimaksimalkan jika disertai dukungan nyata berupa fasilitas memadai dan kepastian usaha bagi para petani.
“Kita tidak bisa hanya meminta petani untuk produktif tanpa memberikan fasilitas yang memadai. Mulai dari sistem irigasi, bantuan teknologi, hingga pendampingan berkelanjutan harus menjadi perhatian bersama,” pungkas Ida menutup pernyataannya. (Asim)







