Kemenhub Gerak Cepat Evakuasi Kebakaran KMP Putri Yasmin Hingga Pemenuhan Korban

by
Unsur terkait turut hadir saat penyerahan santuan kepada korban meninggal dunia dari Jasa Raharja. (Foto: Presti)

BERITABUANA.CO. JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah melakukan langkah sigap dan terkoordinasi dalam menangani insiden kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok yang terjadi pada Rabu (12/8/2027) pagi. Sejak laporan diterima pukul 04.20 WITA, Ditjen Perhubungan Laut dan seluruh pihak terkait segera memobilisasi seluruh unsur maritim untuk melakukan proses evakuasi serta memastikan keselamatan penumpang dan kru kapal.

“Langkah darurat dimulai dengan pancaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali oleh VTS Benoa dan SROP Padangbai kepada kapal-kapal di sekitar lokasi. Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan Notice to Marine kepada kapal-kapal sekitar dan mengarahkan untuk memberikan pertolongan dan evakuasi penumpang. Respons cepat ini membuahkan hasil dengan keterlibatan sejumlah kapal yang berada di dekat titik kejadian, antara lain KMP Port Link 2, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park, untuk memberikan pertolongan pertama,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Dalam keterangan persnya di terima beritabuana.co. Jumat (14/8/2026), Masyhud menyebutkan proses evakuasi yang berlangsung intensif, Ditjen Perhubungan Laut mengerahkan kapal patroli KN.P 345 untuk mengawal proses evakuasi di sekitar Lokasi kejadian. Sementara itu, guna memastikan penanganan evakuasi berjalan terpadu, posko koordinasi gabungan didirikan di Terminal Penumpang Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai, melibatkan Basarnas, TNI AL, Polri, ASDP, dan instansi terkait lainnya.

Ia menyampaikan duka cita mendalam bagi korban meninggal dunia. “Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Masyhud.

Dia menegaskan, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama sejak awal insiden terjadi. Seluruh unsur di lapangan bergerak cepat dan sigap untuk melakukan evakuasi, pencarian, serta pendataan korban. “Kami memastikan setiap penumpang yang dievakuasi mendapatkan penanganan medis dan dukungan yang diperlukan. Sinergi antar-stakeholder inilah yang menjadi kunci optimalisasi penanganan musibah di lapangan,” tutur Masyhud.

Terkait data penumpang, lanjutnya, hingga saat ini pendataan masih terus dilakukan. Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin tercatat 114 penumpang belum termasuk awak kapal dan non ABK Namun, per hari ini tercatat 212 orang sudah dievakuasi dengan rincian 188 penumpang, 17 Awak Kapal, 7 Non ABK termasuk 1 orang penumpang meninggal dunia. Serta berdasarkan laporan pengaduan masih ada 5 orang yang saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Adanya perbedaan jumlah penumpang dengan data manifest, menurutnya, hal ini sebagai temuan serius yang akan ditindaklanjuti melalui investigasi komprehensif. Sementara itu, terkait proses investigasi, pihaknya mendukung penuh penyelidikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Lebih lanjut Masyhud mengemukakan, sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga mengawal ketat penyaluran santunan dan jaminan asuransi bagi para korban.

“Pada Kamis (13/8/2026), bertempat di Asrama Brimob Ampenan, Mataram, santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia atas nama Indah Dwi Septiani telah disalurkan melalui PT. Jasa Raharja dan PT. Jasa Raharja Putera,” ungkapnya.

Tak hanya santunan jiwa dan kesehatan, ucapnya, pemerintah juga memastikan bahwa hak atas penggantian kendaraan penumpang yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut akan dipenuhi sesuai ketentuan asuransi yang berlaku.

Santunan kematian yang disalurkan kepada ahli waris korban meninggal dunia berasal dari dua sumber dengan total mencapai Rp125 juta, yang terdiri atas santunan Jasa Raharja sebesar Rp50 juta serta tambahan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp75 juta.

Sementara itu, untuk korban luka-luka dengan tingkat keparahan baik berat, sedang, maupun ringan diberikan jaminan biaya perawatan medis secara penuh hingga korban dinyatakan pulih dan kembali ke rumah.

Apresiasi

Masyhud menegaskan, operasi penyelamatan masih berlangsung dan posko aduan masyarakat dibuka bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, POLRI, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para nakhoda dan kru kapal yang memberikan pertolongan pertama,” ujarnya.

Ia menyebutkan, perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini. Kami berkomitmen untuk terus mengawal penanganan ini hingga tuntas,” tukasnya.

Masyhud menambahkan, Direktorat Perhubungan Laut berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan perkembangan informasi secara berkala, serta kembali mengimbau seluruh operator kapal dan masyarakat untuk senantiasa menempatkan aspek keselamatan pelayaran sebagai prioritas tertinggi.(Yus)