Nilai Tukar Petani NTT Naik 0,15 Persen pada Juni 2026

by
Grafik Nilai Tukar Petani di Provinsi NTT pada Juni 2026 dari BPS NTT.

BERITABUANA.CO, KUPANG – Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) NTT tercatat sebesar 100,02, atau naik sebesar 0,15 persen dibanding Mei 2026 yang sebesar 99,86.

Demikian diungkapkan Kepala BPS NTT, Matamira Kale saat jumpa pers virtual, Rabu (1/7/2026).

“Peningkatan tersebut terjadi, karena indeks harga yang diterima petani naik 0,28 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang hanya naik 0,13 persen,” jelas Matamira Kale.

Menurut dia, komponen indeks bayar yaitu indeks konsumsi rumah tangga naik 0,11 persen, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal naik 0,24 persen.

“Peningkatan NTP Juni 2026 sebesar 0,15%, utamanya dipengaruhi oleh naiknya sebagian besar nilai tukar petani subsektor, kecuali subsektor tanaman pangan dan budidaya ikan, yang mengalami penurunan,” kata Matamira Kale.

Matamira Kale menyebutkan, komoditas yang menjadi penyumbang naiknya NTP, diantaranya adalah kenaikan nilai kemiri, kakao atau coklat biji, kelapa jagung dan ayam ras pedaging.

“Untuk Indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), merupakan perbandingan indeks terima, terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal, yang merupakan komponen dari indeks bayar,” tegas Matamira Kale.

NTUP, lanjut dia, dapat lebih mencerminkan kemampuan produksi petani, karena yang dibandingkan hanya produksi pertanian dengan biaya saat memproduksinya.

“Pada Juni 2006 NTUP tercatat sebesar 104,90 atau naik 0,04 persen, dibandingkan Mei 2026 . Peningkatan NTUP dipengaruhi oleh peningkatan pada seluruh subtektor, kecuali subsektor tanaman pangan, yang mengalami penurunan,” tambah dia.

Sedangkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga Petani Pedesaan (IKRT), lanjut Matamira Kale, pada Juni 2006 mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen, kenaikan IKRT ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada kelompok transportasi dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya.

“Perkembangan IKRT secara Y on Y tercatat sebesar 3,04 persen,” pungkas Matamira Kale. (iir)