BERITABUANA.CO, JAKARTA – Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis. Itu dicapai menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkat kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, TNI/Polri, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha pertanian.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7/2026), Mentan Amran mengatakan delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Amran memastikan, dengan capaian tersebut membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk komoditas-komoditas tersebut. Malah sebagian dari komoditas tersebut telah memasuki pasar ekspor.
Sejauh ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah melampaui 5 juta ton. Menurut Kepala Badan Pangan Nasional itu, stok CBP itu, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Amran juga menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,73 pada Mei 2026, sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tumbuh 5,74 persen.
Menurut dia, capaian tersebut didukung kebijakan pemerintah, antara lain kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, perbaikan tata kelola distribusi pupuk, dan penurunan harga pupuk subsidi. Pemerintah akan terus meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Di tengah gejolak global, Indonesia berhasil mencatat berbagai capaian strategis. Mulai dari swasembada delapan komoditas pangan, cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, hingga NTP yang mencapai level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
“Setiap negara, setiap perekonomian itu pasti diukur. Kita bertanya, apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya. Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yaitu pangan,” ujar Presiden saat memberikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026). (OSC).
AMAArn







