Sinyal Kuat dari Hashim Kalau Fahri Hamzah akan Jabat Menpera di Kabinet Prabowo-Gibran

by
Waketum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah (batik merah) saat menghadiri Seminar Ekonomi Universitas Kebangsaan Republik Indonesia di Balroom Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (15/8/2024) malam. (Foto: Istimewa)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ada sinyal kuat, kalau Fahri Hamzah, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, akan menjadi Menteri Perumahan (Menpera) di kabinet presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto.

Sinyal ini disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, saat menjadi pembicara dalam agenda Propertinomic Executive Dialogue yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2024).

Mulanya, Hashim mengklarifikasi soal program 3 juta rumah, yang menjadi salah satu prioritas ke depan, pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia menegaskan, Prabowo akan membangun 3 juta rumah per tahun, sehingga rencananya bakal ada 15 juta rumah selama satu periode.

“Di sini saya mau luruskan, bukan 3 juta (rumah). Kita mau bikin 3 juta setiap tahun, jadi 15 juta (15 juta rumah selama lima tahun). Tugasnya Pak Fahri dan rekannya nanti berat. Tapi kita di sini untuk menunjang, membantu, menyukseskan program satu periode. Insyaallah Pak Prabowo dua kali (menjabat sebagai presiden) bisa 10 tahun, bisa 30 juta (rumah),” katanya.

Hashim yang merupakan adik kandungPrabowo itu, hanya memberi sinyal. Namun, ia tidak menegaskan apakah benar Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu yang akan menjadi menteri perumahan. Ia kemudian menuturkan kriteria siapa yang saat ini namanya sudah dikunci sebagai calon Menpera, dan ini sekaligus menjawab pertanyaan salah satu anggota Real Estate Indonesia (REI).

“Saya sudah tahu namanya, tapi saya sudah commit untuk tidak ada bocor sampai 20 (Oktober 2024). Karena kami sudah di tim transisi diwanti-wanti, nama itu bisa diubah saat lima menit sebelum pengumuman. Ini tergantung wahyu dari langit,” jelasnya sembari berkelakar.

Memang menurut Hashim, siapa pun menjabat sebagai Menpera bisa segala nama, asal mempunyai program yang jelas dan jangan akademisi yang on chair. Menpera ke depan, harus sering ke lapangan, sering ketemu dengan pelaku-pelaku (properti), dan terpenting harus terbuka.

“Saya kira satu orang yang disebut itu terbuka, tapi yang penting juga wakil menterinya,” demikian Hashim Djodjohadikusumo menekankan.

Irit Bicara

Sementara itu, Fahri Hamzah yang ikut mendampingi Hashim Djojohadikusumo pada acara tersebut, terkesan irit bicara saat dikonfirmasi awak media. Bahkan ia tidak membenarkan atau membantah kalau namanya sudah di ‘kunci’, untuk menjadi Menpera di Kabinet Prabowo-Gibran.

“Tanya Pak Hashim dong, ya,” jawabnya singkat sembari berlalu. (Ery)