Wamen PKP Fahri Hamzah Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Dorokarama II di Dompu

by
Wamen PKP Fahri Hamzah (kenakan rompi) saat meresmikan penataan kawasan lumuh Dorokarama II di Dompu. (Foto: Humas KementerianPKP)

BERITABUANA.CO, DOMPU – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meresmikan hasil pembangunan program Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) Kawasan Dorokarama II Segmen I Tahun 2025 di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (16/6/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penataan kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, penyerahan sertifikat secara simbolis, serta peninjauan sejumlah infrastruktur permukiman dan kawasan pesisir yang telah ditata melalui program DAK PPKT.

Dalam sambutannya, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pembangunan kawasan Dorokarama II menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan lingkungan hunian yang lebih layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Ini adalah tanda bahwa kawasan pesisir kita mulai bangkit dan siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Fahri.

Menurut dia, penataan kawasan kumuh tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi instrumen untuk menciptakan perubahan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Fahri menilai keberhasilan penataan kawasan Dorokarama II menunjukkan bahwa masyarakat desa memiliki potensi besar untuk melakukan transformasi lingkungan apabila mendapat dukungan kebijakan dan program pembangunan yang tepat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan. Menurutnya, banyak talenta lokal yang mampu merancang dan mengubah kawasan yang sebelumnya kumuh menjadi lingkungan yang lebih tertata dan produktif.

“Banyak talenta di pelosok desa yang memiliki kemampuan mendesain dan mentransformasi kawasan kumuh menjadi kawasan yang lebih baik. Mereka adalah arsitek-arsitek bertalenta yang dimiliki daerah,” katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Fahri menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi masyarakat. Ia menilai pembangunan fisik dan pembangunan manusia harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Wamen PKP juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Pada kesempatan tersebut, Fahri mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun laut agar kawasan yang telah ditata tetap terawat.

“Lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga kawasan ini agar tetap bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Bawa Perubahan Signifikan

Sementara itu, Bupati Dompu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian PKP, atas dukungan dalam pelaksanaan program pengentasan permukiman kumuh terpadu di Desa Soro.

Menurutnya, program tersebut telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak huni.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Dompu, khususnya warga Desa Soro, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dan dukungannya. Program ini telah memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Bupati Dompu.

Ia menjelaskan kawasan kumuh Dorokarama II memiliki luas sekitar 8,7 hektare. Namun hingga saat ini, penanganan melalui program DAK PPKT baru mencakup sekitar 2,28 hektare atau sekitar 26 persen dari total kawasan. Karena itu, pemerintah daerah berharap dukungan lanjutan dari pemerintah pusat agar sisa kawasan yang masih memerlukan penataan dapat segera ditangani.

Keberhasilan penataan sebagian kawasan Dorokarama II diharapkan menjadi model pengembangan kawasan permukiman terpadu di wilayah pesisir lainnya, sekaligus memperkuat target pemerintah dalam mengurangi kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas permukiman masyarakat di seluruh Indonesia. (Ery)