BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Homaidi mengatakan, organisasi yang dipimpinnya akan terus mendorong dan memaksimalkan ikhtiarnya untuk turut serta mengambil peran penting, guna memberikan kontribusi maksimal dalam mengawal dan menyukseskan pemerintahan baru Prabowo-Gibran.
“Upaya ini tentunyam dalam rangka menjemput dan menyongsong Indonesia Emas 2045, sekaligus mengawal sirkulasi pemerintahan ke depan” baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Edi Homaidi lewat keterangan pers resminya dalam rangka Milad ke-16 KMI dengan tema “Mengawal Prabowo-Gibran Menuju Indonesia Emas 2045”, Kamis (10/1/2024).
Oleh karena itu, lanjut Edi Homaidi, KMI sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki komitmen nyata akan terus mengawal perjalanan bangsa Indonesia, salah satunya mendukung pelbagai upaya dan kebijakan politik pemerintahan. Sehingga KMI tetap berpegang teguh pada prinsip dan komitmen dengan terus mewarnai dinamika kebangsaan yang terjadi sembari menjaga indipendesinya.
“Dan, memasuki usia 16 tahun pada bulan Oktober 2024 nanti, KMI akan menggelar pelbagai kegiatan yang bersifat edukasi dan advokasi kepada publik. Kegiatan itu sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-16,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang lahir dari rahim Reformasi 1998, Edi Homaidi menegaskan bahwa KMI tetap konsisten dalam menjaga indipendensi dan khittah-Nya. Juga akan selalu kritis dan menjalankan fungsi ceks and balances, yaitu kontrol terhadap pemerintah sembari menawarkan beragam alternatif solusi.
“Pada momentum Milad ke 16, KMI telah meneguhkan komitmen dengan menentukan langkah strategis guna memaksimalkan ikhtiar dalam rangka turut serta memberikan kontribusi, mewarnai dinamika kebangsaan, sembari mengawal transisi dan sirkulasi pemerintahan Prabowo-Gibran. Pada titik itu, KMI akan terus membersamai dan siap mengawal transisi pemerintahan Prabowo-Gibran,” tegasnya seraya mengajak segenap komponen bangsa untuk mengawal pelantikan Prabowo-Gibran pada tanggal 20 Oktober 2024, agar berjalan dengan aman,
tertib, dan lancar sesuai ekspektasi.
Empat Point Penting
Sedang dalam pernyataan sikapnya yang ditandantangi Edi Homaidi, selaku Ketua KMI juga menyampaikan empat point penting dukungan dan harapannya kepada Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
Pertama, agar dalam menyusun kabinet, presiden memiliki hak prerogatif yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun. OLeh karena itu, apa pun keputusan dan langkah presiden, sepanjang itu tidak melanggar konstitusi dan sesuai dengan kebutuhan, serta janji-janjinya saat kampanye tentu akan didukung.
“Maka KMI menyambut positif penambahan nomenklatur Kementerian menjadi 44. Karena hal itu untuk memenuhi kebutuhan serta percepatan program Prabowo-Gibran,” ujarnya.
Kedua, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6% berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, walaupun terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 24,4% tahun 2021, namun masih perlu upaya besar untuk mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 sebesar 14%. Oleh karena, melalui program unggulan Prabowo-Gibran, makan bergizi gratis yang diberikan dalam dua kali pagi dan siang, akan menekan stunting juga untuk meningkatkan derajat kesehatan rakyat.
Ketiga, pemberian pendidikan gratis, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di pelbagai kampus menuai kritik dan kecaman, sehingga pemenuhan janji dan komitmen untuk membebaskan biaya kuliah baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Keempat, mengembalikan marwah institusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang saat ini justru menjadi lembaga paling tidak dipercaya sebagai institusi penegak hukum.
“Lihat survei Indikator Politik. Keterpurukan dan hancurnya institusi antirasuah ini harus dibenahi secara total,” pungkas Edi Homaidi, yang juga eksponem Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu. (Ery)





