BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mengusulkan tiga strategi prioritas untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mulai dari pemanfaatan energi fosil jangka pendek hingga percepatan komitmen Net Zero Emission (NZE) lewat energi alternatif.
Ketiga penguatan itu mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang yang dapat dijalankan oleh pemerintah.
Eddy menyebutkan pengusulan prioritas jangka pendek, yakni pemerintah perlu memperkuat kapasitas kilang nasional, mempercepat elektrifikasi, serta melakukan substitusi energi untuk mengurangi ketergantungan impor.
Untuk jangka menengah, dia memandang Indonesia dapat mengoptimalkan pengembangan bioenergi yang memanfaatkan keunggulan nasional, seperti biodiesel, bioetanol, biogas, hingga bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).
Sementara untuk jangka panjang, dia menilai pengembangan energi baru seperti hidrogen dan pembangkit listrik tenaga nuklir perlu dipersiapkan sebagai bagian dari strategi menuju emisi nol bersih atau net zero emission.
Legislator dari Fraksi PAN itu mengingatkan agar Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengikut dalam agenda transisi energi global.
“Kita harus menjadi policy shaper (penentu kebijakan), bukan sekadar policy taker (penerima kebijakan),” kata Eddy dalam keterangannya, Jakarta, Senin, (6/7/2026).
Terlebih, kata dia, Indonesia memiliki sumber daya alam, potensi energi terbarukan, dan modal demografi yang sangat besar.
“Dengan strategi yang tepat, kita mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” katanya.
Generasi muda juga diajak untuk memimpin riset, inovasi, dan kewirausahaan hijau guna mengawal target keberlanjutan lingkungan Indonesia.
“Generasi muda adalah aktor utama yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia. Inovasi, riset, kewirausahaan hijau, dan kepemimpinan generasi muda akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan,” katanya. (jim)







