Rencana PTM dan PJJ, Kemdikbud Telah Lakukan Koordinasi

by
Diskusi Dielektika Demokrasi bertema "Menakar Urgensi Sekolah Tatap Muka" dengan narabumber; Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Sesditjen Pauddasmen Kemendikbud Dr. Sutanto SH MA dan John Oktaveri (Bisnis Indonesia) Perspektif Media.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Sesditjen Pauddasmen), Kemdikbud, Sutanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, terkait rencana dibukanya pembelajaran tatap muka (PTM) dan pendidikan jarak jauh (PJJ). Bahkan, menurut dia, setiap sekolah harus meng-update data.

“Sekolah mana saja yang sudah melaksanakan PTM dan PJJ secara berkala. Karena, bisa saja sekolah yang sudah melaksanakan PTM, kemudian pada bulan depan tidak melaksanakannya lagi karena ditemukan kasus positif,” tukas Sutanto dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Menakar Urgensi Sekolah Tatap Muka” di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Kamis (10/6/2021).

Sutanto sendiri mengakui jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah daerah di Kabupaten maupun Kota, termasuk Dinas Kesehatan (Diskes) setempat.

“Kami harap Dinas Kesehatan selalu meng-update sekolah-sekolah yang menggelar PTM dan sekolah mengelaurkan panduan proses pembelajaran termasuk kegiatan makan atau jajanan agar tidak terpapar Vovid-19,” ungkap Sutanto.

Peran Media

Sementara jurnalis senior John Andi Oktaveri mengatakan, kalau dari sisi perspektif media, tentunya ia coba melihat persoalan ini dari sisi sosialisasinya. Artinya, peran media sebagai penyebar informasi maupun adalah persoalannya bukan masalah mulai atau tidaknya, tetapi sampai saat ini ada persoalan-persoalan yang menyangkut masalah persepsi jadi masalah PTM ini.

“Sebab masih ada beberapa perbedaan pendapat yang sifatnya sangat elementer bahkan sangat merujuk langsung kepada Covid itu sendiri, yang masih banyak persoalan terkait pemahamannya,” ujar dia.

Namun tentunya, menurut John, disinilah peran media sebenarnya dan sebagai penjembatani sumbernya adalah dari Depkes dan pemerintah untuk memberikan perspektif yang benar kepada masyarakat. Jadi, kalau memang akan dimulai maka mereka harus yakin benar akan dimulai.

“Kalau tidak, tentu mereka sudah pada punya dasar yang kuat, bahwa ini tidak harus dimulai. Kalau saya ada salah berberapa pimpinan media juga mengikuti pertemuan dengan pak Jokowi, persis apa yang disampaikan Bapak Suyaiful Huda tadi, bagaimana teknisnya dan sebagainya, beliau tentu meminta bagaimana peran media ini juga ditingkatkan untuk mensosialisasikan PTM ini,” pungkasnya. (Jimmy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *