Pernyataan Presiden Soal PTM, Ketua Komisi X DPR: Sinyal Harus Dilaksanakan

by

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi tentang Sekolah Tatap Muka Terbatas sebagai sinyal dukungan terhadap kebijakan tersebut.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi yang selama ini kurang tepat, yang benar namanya Sekolah Tatap Muka Terbatas. Artinya apa? Satu kelas hanya diisi 25 persen, maksimal pembelajaran 2 jam dan 1 minggu hanya 2 kali.

“Statmen ini kira-kira begini, dengan statement ini, sesungguhnya Pak Jokowi ingin menyampaikan bahwa apapun yang terjadi PTM (Pembelajaran Tatap Muka) harus tetap berjalan, tak terkecuali ketika ada tren kenaikan Covid-19,” kata Syaiful dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Menakar Urgensi Sekolah Tatap Muka’, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (10/6/2021).

“Jadi kira-kira faktor itu tetap tidak akan membatalkan opsi untuk pembelajaran tatap muka,” tambahnya.

Masih dikatakan dia, sinyal dukungan Presiden Jokowi sudah sejalan dengan apa yang telah diputuskan oleh Komisi X DPR Rai terkait dengan PTM Juli 2021 ini.

“Opsi ini sebagaimana Mas Menteri Nadiem, saya mendukung, posisi kami Komisi X mendukung bahwa PTM memang tetap harus berjalan, itu yang pertama,” papar legislator dari Fraksi PKB itu.

Lebih lanjut, kata dia, apakah kemudian opsi yang ditawarkan oleh Pak Jokowi harus terlaksana ke seluruh sekolah? Ia mengatakan tidak, karena PTM ini tidak berlaku serentak secara nasional,

“Karena dalam SKB 4 menteri disebutkan yang punya kewenangan untuk sekolah dibuka atau tidak, bukan Kemendikbud, bukan Pemerintah Pusat, tapi pemerintah Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (Jal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *