Sereeeem! Sering Ada Penampakan Hitam di Gunung Gegerbentang Cianjur

by
Penampakan sesosok bayangan hitam mirip genderewo di area makom Eyang Rd. Manggung Wijayakusumah, Gunung Gegerbentang,Desa Kutawaringin,Kec.Mande-Cianjur.

GUNUNG Gegerbentang, yang berada di kawasan Perum Perhutani KPH Cianjur secara administratif masuk pada wilayah Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande-Cianjur, merupakan sebuah bukit yang dikelilingi perbukitan. Gunung itu ternyata menyimpan mitos keanehan yang selama ini masih orang yang tidak tahu.

Menurut sejumlah warga sekitar, di malam tertentu sering kali kedatangan banyak cahaya dari angkasa meluncur ke arah bukit.

“Mungkin itu asal usul bukit di sebut Gunung Gegerbentang,” ujar warga tersebut.

Di puncak Gunung Gegerbentang itu dipercaya warga sekitar, bersemayam dan menjaga area itu adalah Eyang Rd.Manggung Wijayakusumah.

Karenanya, obyek itu dipercaya sebagai patilasan Pasanggrahan tempat berkumpulnya para ningrat Pajajaran yang dilengkapi panggung hiburan pada zamannya dan tempat tileum tanpa krana para pengikut Prabu Siliwangi.

Cerita mitos  itu senada dengan yang disampaikan A.Jaelani salah seorang warga yang rumahnya dekat dengan area makom. Menurutnya, dari pengetahuan orangtua, pengalaman iktikab, juga melalui mimpinya, area makom di puncak Gunung Gegerbentang diduga patilasan Pasanggrahan tempat berkumpulnya ningrat Pajajaran, seperti Eyang Prabu Siliwangi, Rd.Cakrabuana, Sunan Ki Bonang, Rd. Gumencrang Herang, Rd. Geduk Halimun dan Eyang Rd.Manggung Wijayakusumah

“Sedangkan Eyang Rd.Mundingliman kelihatannya berada di luar Pasanggrahan Batu Goong Gunung Gegerbentang,” ujar Jaelani.

Keanehan di area itu biasanya terjadi pada malam selasa, Seperti datangnya bayangan putih berwujud kakek-kakek, suara ringkik kuda, jenis tokoh dalam wayang dan sering terdengar irama instrumen alunan suara rebab, suara suling sunda kadangkala diiringi gamelan dan 9 penari Srimpian.

Sewaktu beriktikaf di makom, Jaelani mengaku dengan kondisi bias melihat sejumlah wanita memakai keumben dengan karembong merah kain
sarung batik (kostum penari tradisional sunda) menari Srimpian. Tak lama datang wujud orang membawa makanan diatas baki

“Tiga hari kemudian, siangnya, terlihat segerombolan burung puyuh berbaris yang dikawal sejumlah musang melintas area makom,” kenangnya.

Menurut Jaelani, malam selasa kemarin, secara tak kasat mata terlihat sejumlah wanita dengan memakai selendang merah, kuning,dan ungu dari bukit turun ke arah Cikahuripan.

“Punten….mang, yang terdengar dari sapaan wanita menuruni bukit menuju Cikahuripan lalu menghilang. Obyek itu berada di bawah lahan rumah” ujarnya seraya keanehan.

Masih menurut Jaelani, bulan lalu, ada tamu misterius, di luar rumah ada suara dengan intonasi menyuruh, “ada benda kotor diselipkan di batu, tolong buang jauh-jauh”. Saat di buka pintu dan dicari tidak ada siapa-siapa.

“Besoknya, pagi-pagi berangkat ke makom, betul juga ada sebuah benda dibalut kain putih isinya silet, padi dan paku. Lalu diambil dan dibuang ke selokan,” imbuh Jaelani.

Sementara Hasan peziarah dari Cianjur kota, pengalaman tak kasat mata di makom Eyang Rd.Manggung Wijayakusumah Gegerbentang, keanehan terjadi menjelang malam, terdengar suara musik sunda, lalu suara ringkik kuda dan wujud seorang kakek berjubah putih membelakangi.

Pantaun www.beritabuana.co di lapangan terdapat sejumlah bongkahan batu, yang dipercaya warga dan disimbolkan batu besar gapura yang kini keberadaannya di dalam batang akar pohon beringin, alat musik tradisional (sepasang Goong dan kendang), makom Eyang Manggung Wijayakusumah, batu arah mata angin dan batu pancalikan.

Saat mengabadikan obyek tersebut dengan beberapa kali jepretan kamera ponse, hasil pada gambar foto ada penampakan sesosok bayangan hitam seperti genderewo seraya menghampiri arah makom. Sementara hasil jepretan lain, penampakan sosok bayangan berjubah putih dengan fose membelakangi yang keluar dari bebatuan makom. Wallahualam. (Yan Sulivantara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *