Hari ini, Petugas Daker Madinah Dikerahkan ke Makkah untuk Penebalan dan Bantu Jemaah

by
Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman saat memberikan keterangan kepada wartawan yang tergabung dalam Tim Media Center Haji (MCH) 2026. (Foto: Muhammad Umar Fadloli)

BERITABUANA.CO, MADINAH- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah bersiap melakukan pergerakan menuju Makkah untuk melayani Jemaah pada fase puncak haji. Pergeseran petugas ini merupakan bagian dari strategi mewujudkan visi Tri Sukses Haji, khususnya dalam aspek sukses peradaban dan sukses ritual.

“Kegiatan ini adalah rapat konsolidasi kesiapan PPIH Daker Madinah untuk keberangkatan menuju Armuzna,” kata Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman saat memberikan keterangan usai pembacaan Isrighosah di Kantor Daker Madinah, Kamis (14/5/2026) malam WAS.

Khalilurrahman menuturkan proses pemberangkatan para petugas ini telah disusun secara rapi untuk menghindari gangguan operasional. Belasan armada transportasi darat pun disiapkan untuk memobilisasi petugas dari berbagai titik penugasan secara terorganisir.

Pergerakan ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah dalam memfasilitasi kelancaran ibadah jemaah haji Indonesia. “Insya Allah PPIH Daker Madinah akan diberangkatkan esok hari (hari ini) ba’da Jumat secara serentak di lima sektor, dan insya Allah kita akan angkut mereka dengan 13 bus,” katanya.

Setibanya di Makkah, lanjutnya, para petugas dari Madinah tidak akan berdiam diri melainkan langsung membaur dengan tim setempat. Mereka mengemban misi penting untuk memperkuat formasi pelayanan yang sudah berjalan di lapangan.

“Tugas mereka di Makkah adalah pertama melakukan perbantuan atau penebalan teman-teman Daker Makkah, baik yang tersebar di sektor ataupun nanti yang di area Masjidil Haram,” tutur Khalilurrahman.

Selain pelayanan umum, fokus utama penebalan pasukan ini adalah pada aspek pelindungan jemaah haji dari potensi bahaya. Dengan kondisi Kota Makkah yang semakin padat menjelang puncak haji membutuhkan pengawasan ekstra ketat demi mencegah hal yang tidak diinginkan.

Hal ini sejalan dengan komitmen kuat penyelenggaraan haji yang ramah lansia, perempuan, dan disabilitas. “Dan juga membantu dalam rangka pengamanan, keselamatan jemaah haji khususnya di area-area yang memang rawan kecelakaan,” tutup Khalilurrahman. (Fadloli/MCH 2026)