BERITABUANA.CO, MADINAH– Operasi pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah resmi berakhir hari ini, Jumat (15/52025).
Sebanyak tiga kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari UPG 21, KJT 20, dan BTH 14 atau sebanyak 1.278 Jemaah haji telah meninggalkan Kota Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram. Para Jemaah terlebih dahulu mengambil Miqat di Bir Ali.
Pantauan di lokasi menunjukkan prosesi niat ihram berjalan tertib. Para petugas sigap membantu jemaah, terutama dalam memastikan seluruh jemaah telah mengenakan pakaian ihram dengan sempurna sebelum bus beranjak menuju Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menyatakan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan hari terakhir ini berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, semua berjalan tertib. Tidak ada persoalan krusial di lapangan. Madinah secara bertahap mulai kosong dari jemaah haji reguler gelombang pertama,” ujar di sela memantau langsung prosesi pendorongan di Bir Ali.
Terkait jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Khalilurrahman mengimbau keluarga di tanah air untuk tidak khawatir. Menurutnya, jemaah yang sakit tetap dalam pengawasan tim medis.
Jika tim dokter sudah memberikan rekomendasi sehat (laik jalan), jemaah akan langsung diantar menuju Makkah dengan pendampingan khusus.
Kekuatan Penuh
Meski volume jemaah di hari terakhir ini menurun, komitmen pelayanan tidak kendor. Kepala Sektor Khusus (Seksus) Bir Ali, Divia Ardianto, menegaskan bahwa seluruh personel tetap turun ke lapangan dengan kekuatan penuh.
Salah satu fokus utama adalah jemaah lansia. Tim Seksus Bir Ali menyiapkan armada penghubung atau golf car untuk membantu jemaah lansia yang memiliki keterbatasan fisik.
“Kami upayakan bagi jemaah lansia tetap bisa melihat langsung suasana Bir Ali dan merasa nyaman saat proses miqat tanpa harus kelelahan berjalan jauh,” kata Divia.
Mengingat suhu di Madinah sempat menyentuh angka 42 derajat Celcius kemarin, jemaah diingatkan untuk terus menjaga kondisi fisik. Cuaca di Makkah diprediksi bisa jauh lebih menyengat saat memasuki puncak haji nanti.
Beberapa hal yang harus dilakukan sebagai bentuk antisipasi ialah jangan menunggu haus, perbanyak minum air putih, gunakan payung, masker, dan semprotan air saat berada di luar ruangan. Selain itu memperbanyak istirahat agar fokus pada pemulihan energi sebelum memulai rangkaian ibadah haji yang lebih berat.
Dengan berangkatnya tiga kloter terakhir sebagai penutup, maka operasional Daker Madinah kini bergeser fokus pada persiapan penyambutan jemaah gelombang kedua yang akan tiba setelah puncak haji nanti. (Fadloli/MCH 2026)








